Reporter: Dyah Megasari, BBC |
NEW YORK. Kepolisian New York memastikan telah menemukan sekantung kokain seberat 16 kilo gram (kg) di kompleks gedung markas besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pekan lalu.
Kokain itu dimasukkan dalam kantung dengan logo PBB dan tiba di ruang penerimaan surat gedung tersebut.
Kedatangan paket yang tak diinginkan itu langsung menyalakan alarm bahaya. Juru bicara kepolisian Paul Browne menyimpulkan kemungkinan besar paket kokain itu terkirim ke kantor PBB secara tak sengaja.
Logo PBB terlihat aneh
Browne memastikan, tak ada nama maupun alamat untuk kiriman yang dikapalkan dari Kota Meksiko ke New York lewat Cincinnati itu.
Kantung putih tersebut menimbulkan kecurigaan saat barang itu melewati pos pemeriksaan. Pasalnya, logo PBB yang dibuat asal-asalan di atas kantung itu.
Nampaknya si pengirim berharap paket kokain itu akan terlihat sebagai sebuah paket resmi.
"Kokain itu disembunyikan di dalam sebuah buku yang dilubangi," beber pejabat PBB urusan keamanan dan keselamatan Gregory Starr.
Menurutnya, ini adalah pekerjaan para pengedar narkotika yang mencoba mengirimkan kokain ini ke Amerika Serikat (AS). Tapi, ada kesalahan dalam rencana mereka,” dugaannya.
Menanggapi kejadian ini, juru bicara PBB Martin Nesirky menegaskan dipastikan tidak satu orangpun di markas PBB yang diduga menjadi penerima paket kokain itu.













