INTERNASIONAL
Berita
Aso kunjungi Myanmar

Ekspansi Jepang

Aso kunjungi Myanmar


Telah dibaca sebanyak 742 kali

Naypyidaw. Menteri Keuangan Jepang Taro Aso bertemu Presiden Myanmar Thein Sein dan sejumlah pejabat seniornya pada Kamis (3/1). Perjalanan luar negeri Aso menjadi yang pertama sejak Jepang dipimpin Perdana Menteri Shinzo Abe dan menjadi sinyal bahwa Jepang bakal membidik pasar Myanmar yang saat ini didominasi China. "Kami akan membantu membangun suatu lingkungan di mana ekonomi dapat berkembang di Myanmar," kata Aso.  


Menurut pejabat Jepang yang tidak mau disebut, Jepang berencana memberikan pinjaman senilai ¥ 50 miliar atau US$ 574 juta pada akhir Maret 2013. "Myanmar akan menjadi salah satu sumber konflik antara Jepang dan China," kata Takuji Okubo, kepala ekonom Japan Macro Advisors.


Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan, Myanmar memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang cepat terutama didukung oleh sumber daya alam, tenaga kerja, dan letak yang strategis antara China dan India. "Myanmar bisa menjadi salah satu bintang di Asia berikutnya jika berhasil memanfaatkannya," laporan ADB. Pada 2012 pertumbuhan ekonomi Myanmar diperkirakan mencapai 6% dan akan meningkat menjadi 6,3% pada tahun ini.

Sumber: Bloomberg
Telah dibaca sebanyak 742 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..