INTERNASIONAL
Berita
Bongkar kasus pajak, whistleblower raih Rp 998 M

KOMPENSASI

Bongkar kasus pajak, whistleblower raih Rp 998 M


Telah dibaca sebanyak 3118 kali
Bongkar kasus pajak, whistleblower raih Rp 998 M

Seorang mantan bankir dan narapida kasus pajak yang membantu Direktorat Pajak Amerika Serikat atau Internal Revenue Service (IRS) memperoleh hadiah sebesar US$ 104 juta atau sekitar Rp 998,4 miliar. Hadiah ini karena membantu mengungkapkan kecurangan yang dilakukan UBS.

Whistleblower itu bernama Bradley Birkenfeld. Mantan pegawai UBS ini mengungkapkan kecurangan UBS yang membantu para kliennya untuk menghindari pembayaran pajak penghasilan dan pajak lainnya.

Birkenfeld yang divonis bersalah pada 2008 silam sendiri mengaku membantu pengusaha Igor Olenicoff untuk menyembunyikan aset senilai US$ 200 juta dan menghindari pembayaran pajak senilai US$ 7,2 juta.

Selain mengungkapkan kesalahannya, Birkenfeld juga mengungkapkan kesalahan UBS yang menyembunyikan harta kekayaan kliennya di luar negeri. Alhasil, pada Februari 2009 lalu, UBS setuju membayar denda sebesar US$ 780 juta karena menawarkan tax haven bagi warga negara Amerika Serikat dan merilis rekening 5.000 nasabahnya.

Pengacara Birkenfeld Stephen M. Kohn mengatakan, kesaksian kliennya ini telah mampu menyelamatkan penerimaan pajak sebesar US$ 5 miliar dari 33.000 warga Amerika Serikat.

IRS sendiri telah mengirimkan 104 juta pesan kepada whistleblower di seluruh dunia untuk melaporkan dugaan praktik kecurangan pajak. "IRS juga mengirimkan 104 juta pesan kepada bank seluruh dunia untuk menghentikan kecurangan pajak atau bakal tertangkap," kata National Whistleblower Centre dalam rilisnya.

Menurut Kohn, kompensasi sebesar US$ 104 juta merupakan hadiah terbesar yang pernah diberikan kepada seorang whistleblower. Hadiah ini merupakan yang pertama kali diberikan oleh IRS.

Editor: Edy Can
Telah dibaca sebanyak 3118 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..