: WIB    --   
indikator  I  

Incar proyek, Sinopex cari dana US$ 30 miliar

Incar proyek, Sinopex cari dana US$ 30 miliar

BEIJING. Perusahaam migas milik Pemerintah China, China Petroleum and Chemical Corporation (Sinopec), berencana mencari dana dari investor asing untuk ekspansi ke luar negeri. Sinopec berharap bisa meraup dana segar lebih dari US$ 30 miliar untuk menopang akses sumber energi.

Direktur Kerjasama Luar Negeri Sinopec Dai Liqi merinci, kebutuhan dana investasi di luar negeri meningkat dua kali lipat. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2010-2015, perusahaan ini mengucurkan dana investasi sebesar US$ 16 miliar ke luar negeri.

Tahun ini, perusahaan ini membidik investasi atas 50 proyek di 30 negara. Ekspansi dengan dana jumbo itu, menurut Dai, merupakan respon pasca pemerintah melalui program One Belt One Road (OBOR). Ini adalah rencana raksasa China memperkuat pengaruh dan hubungan dagang China ke seluruh dunia.

Ekspansi juga membantu China mendapat sumber energi. "Bagi Sinopec, rencana OBOR merupakan kesempatan yang menguntungkan kami," ucap Dai seperti dikutip CNBC, Senin (15/5). Perusahaan yakin bakal menikmati manfaat atas rencana OBOR.

Analis Alliance Bernstein Neil Beveridge menyebutkan bahwa Sinopec dapat meningkatkan investasinya secara berkelanjutan. Sebab, neraca keuangan perusahaan terbilang kuat, yakni mencapai 135 miliar yuan atau setara US$ 19,56 miliar secara tunai.

Sekedar mengingatkan, terakhir kali berinvestasi di luar negeri, Sinopec mencaplok aset Chevron di wilayah Afrika Selatan senilai US$ 1 miliar.

Miskin sumber daya

Selama beberapa dekade terakhir, China telah mengimpor sumber energi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Sebab itu, pemerintah lantas mendorong perusahaan energi untuk mengakuisisi aset di luar negeri. "Kami masih sangat miskin dalam sumber daya domestik, meski kami telah menemukan sumber gas alam baru di Chongqing," terang Dai. Dia juga menilai, penemuan baru itu masih belum cukup untuk memenuhi total kebutuhan energi masyarakat China.

Salah satu investasi asing terbesar Sinopec terjadi pada 2013. Perusahaan itu membeli sepertiga dari bisnis Apache, perusahaan Amerika Serikat (AS) di Mesir senilai US$ 3 miliar. Pembelian itu terjadi kala kondisi politik Mesir sedang kacau, ditandai dengan kudeta Presiden Mesir.

China sukses berbisnis di Mesir. Saat saat harga minyak turun secara global, Sinopec mengatakan dapat mempertahankan momentum kinerja, dengan memproduksi 350.000 barel minyak per hari di Mesir dan keuntungan senilai US$ 620 juta.

Perusahaan tersebut telah kembali berinvestasi US$ 1 miliar di Mesir dalam tiga tahun terakhir. Sinopec berencana berinvestasi miliaran dollar AS demi membantu mengembangkan kilang petrokimia di selatan Terusan Suez. "Kami melihat masa depan yang cerah di sini," kata Shao Jingyang, General Manager Sinopec.

 

 

 

 


Reporter Mona Tobing
Editor Rizki Caturini

MINYAK DAN GAS

Feedback   ↑ x
Close [X]