: WIB    --   
indikator  I  

Lelang makan siang bersama Buffett dibuka

Lelang makan siang bersama Buffett dibuka

OMAHA. Lelang makan siang bersama miliarder dunia Warren Buffett kembali digelar tahun ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, hasil dari lelang akan disumbangkan ke badan amal di San Francisco.

Ini adalah tahun ke-18 bagi Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaways tersebut menyelenggarakan makan siang bersama pelaku pasar. Lelang telah dibuka lewat eBay pada Minggu (4/6) pukul 19:30 waktu setempat dan akan ditutup sampai Jumat mendatang (9/6).

Penawaran lelang makan siang biasanya mencapai rekor tertinggi mendekati akhir penutupan lelang. Pemenang dari lelang dapat mengundang tujuh temannya untuk turut makan siang di restoran steak Smith & Wollensky di New York City.

Selama 17 tahun Buffett rajin menyelenggarakan acara makan siang bersama. Bloomberg melaporkan, Buffett telah mengumpulkan hampir US$ 24 juta yang diberikan ke Yayasan Glide, badan amal yang membantu tunawisma di San Francisco.

Tahun lalu, lelang makan siang tersebut mencetak rekor tertinggi sebesar US$ 3,45 juta, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,35 juta.

Sebagai informasi, istri pertama Buffett, Susie merupakan relawan di Yayasan Glide. Sampai Susie meninggal di 2004, Buffett tetap setia berdonasi di yayasan ini.

Umumnya, peserta lelang bersedia mengeluarkan uang yang banyak untuk makan bersama Buffett karena ingin tahu, mulai dari catatan investasi hingga kegiatan amal sang miliarder.

Miliarder murah hati

Buffett merupakan miliarder murah hati yang mendonasikan kekayaannya untuk sosial. USA Today melaporkan, ada 14 miliarder yang setuju menyisihkan penghasilannya untuk aksi sosial. Mereka telah meneken perjanjian yang disebut dengan perjanjian pemberian pendapatan.

Perjanjian yang digagas pasangan suami istri Bill dan Melinda Gates serta Warren Buffett pada tahun 2010, mengajak orang tajir di dunia ambil bagian mengatasi persoalan kemiskinan dunia. Perjanjian itu diharapkan bisa turut mengatasi masalah masyarakat yang paling mendesak.

"Saya, Bill dan Buffett sangat antusias menyambut kelompok filantropis baru internasional ini. Kami berharap dapat belajar dari beragam pengalaman mereka," kata Melinda Gates.

Adapun program dari perjanjian tersebut fokus pada pengentasan kemiskinan, pendidikan, penelitian kesehatan, perubahan iklim dan lingkungan. Miliarder dunia setuju menggunakan kekayaan mereka untuk mendukung program tersebut.

Salah satu miliarder yang terlibat dalam perjanjian yakni CEO MeTL Group Mohammed Deji dari Tanzania. "Kami memiliki kewajiban moral sebagai orang yang memiliki kelebihan penghasilan di masyarakat yakni dengan memberi kembali kepada masyarakat dengan cara yang baik," kata Dewji seperti dikutip USA Today.


Reporter Mona Tobing
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

INVESTASI BERKSHIRE HATHAWAY

Feedback   ↑ x
Close [X]