Reporter: Dani Prasetya, CNN |
LONDON. Ekonomi dunia boleh saja tengah melemah, tapi pemilihan umum bakal tetap menyedot miliaran dollar dana segar sebagai alokasi kampanye.
Untuk area Amerika Serikat (AS) saja, The Center for Responsive Politics mengestimasikan, belanja kampanye para kandidat presiden bakal menelan dana sekitar US$ 6 miliar.
Beranjak ke Inggris, belanja kampanye partai pada pemilihan umum 2010 hanya sekitar US$ 49 juta. Angka itu jauh lebih rendah 26% ketimbang realisasi 2005. Menurut Executive Director Transparancy International (TI) Inggris Chandrashekhar Krishnan, setiap dana yang digelontorkan para pendonor itu akan berkonsekuensi terhadap timbal balik tertentu.
Executive Director TI India Anupama Jha ikut menyebut, dana ilegal sekitar US$ 2 miliar diperkirakan bakal habis untuk memenangkan Uttar Pradesh pada pemilihan tahun ini. Dana ilegal itu berasal dari donasi setiap perusahaan. Kabarnya, setiap perusahaan menyumbangkan 5% profitnya untuk dana kampanye. "Keuntungannya, siapa yang menyumbang dana, bisa mengontrol para politisi," ujarnya, seperti dilansir CNN, Kamis (26/1).
Negara dengan dana kampanye fantastis lainnya ada di Brazil. Pada pemilihan umum 2010, belanja kampanye mencapai US$ 2 miliar. Executive Director TI Brazil Claudio Weber Abramo menyebut, nyaris 99,04% dana yang dihabiskan di Sao Paulo kala itu disumbang oleh para pengusaha.













