| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.483
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Penyelamat bisnis keluarga dari kebangkrutan (2)

Rabu, 06 Desember 2017 / 16:23 WIB

Penyelamat bisnis keluarga dari kebangkrutan (2)



KONTAN.CO.ID - Di usia muda, Timothy Boyle sudah harus berjuang menyelamatkan bisnis warisan yang diambang kebangkrutan sepeninggal ayahnya. Bersama sang ibu, Tim kembali menghidupkan bisnis Columbia. Salah satu strateginya adalah mengubah fokus bisnis Columbia dari distributor topi menjadi produsen pakaian outdoor yang kasual. Strategi ini berhasil. Pelan namun pasti, Columbia mendapatkan celah pasar dan membesar seperti sekarang.

Kendati tinggal meneruskan bisnis warisan, bukan berarti Timothy Boyle tak harus bekerja memeras keringat. Justru miliarder asal Amerika Serikat (AS) berusia 68 tahun tersebut seperti harus membangun bisnis Columbia dari nol lagi.

Maklum, sang ayah Neal Boyle tak mewariskan bisnis Columbia dalam keadaan sehat. Malah nyaris bangkrut. Tim sapaan akrab Timothy adalah anak dari Neal Boyle dan Gert Boyle. Ayahnya juga mewarisi Columbia dari kakek Tim, Paul Lamfrom.

Awalnya Columbia merupakan perusahaan distributor topi yang dirintis Paul Lamfrom. Kemudian setelah ayah Tim mengambil alih perusahaan, Columbia memulai melebarkan sayap bisnis menjadi produsen pakaian outdoor, terutama untuk produk jaket.

Pada tahun 1970, ayah Tim meninggal dunia. Columbia mulai kearah kebangkrutan sepeninggal Neal Boyle. Ibunda Tim yakni Gert Boyle saat itu menjadi pemimpin tunggal perusahaan dan mencoba mempertahankan Columbia. Tim yang saat itu masih berkuliah di Universitas Oregon memutuskan meninggalkan sekolahnya dan membantu ibunya membangun Columbia.

Usia Tim saat bergabung untuk menyelamatkan Columbia terbilang sangat muda yakni 21 tahun. Di usia belia itu dia harus memikirkan bagaimana membuat inovasi baru agar bisnis Columbia dapat bertahan.

Tim merupakan anak pertama dari keluarga Boyle. Adik Tim, Kathy dan Sally saat itu dirasa masih terlalu muda untuk ikut bergabung membantu Columbia, sehingga hanya Tim dan ibunya yang berjuang menyelamatkan Columbia.


Reporter: Yoliawan H
Editor: Tri Adi

TIMOTHY BOYLE

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0470 || diagnostic_web = 0.2167

Close [X]
×