: WIB    --   
indikator  I  

Trump kunjungi Arab Saudi, inilah agenda utamanya

Trump kunjungi Arab Saudi, inilah agenda utamanya

Kontrak pertahanan

Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar untuk AS di Timur Tengah. Menurut Biro Sensus AS, nilai pertukaran barang antara kedua negara pada 2016 mencapai US$ 35 miliar.

Minyak bumi memang komoditas penting dalam perdagangan kedua negara. Maklum, Arab Saudi merupakan pengekspor minyak mentah terbesar kedua ke AS setelah Kanada.

Namun peralatan militer-lah yang menyumbang sebagian besar perdagangan antara keduanya, dan nilainya kemungkinan akan bertambah.

Kerajaan Arab Saudi merupakan pembeli peralatan militer terbesar kelima di dunia. Kerajaan kaya ini mengalokasikan 191 miliar riyal (US$ 51 miliar) atau 21% dari anggaran belanjanya tahun 2017 untuk belanja militer.

Di sisi lain, AS adalah eksportir senjata terbesar di dunia. Hampir setengah dari ekspor senjata AS itu dikirim ke Timur Tengah di mana Arab Saudi dan Uni Emirat Arab merupakan pembeli utamanya.

"Kunjungan Trump ke Arab Saudi kemungkinan besar akan menyaksikan penandatanganan beberapa perjanjian pertahanan, yang sebagian besar terkait dengan pertahanan rudal serta memperkuat kemampuan udara dan angkatan laut," kata Riad Kahwaji, CEO INEGMA, perusahaan konsultan keamanan, seperti dikutip CNNMoney.

Pertemuan puncak Presiden Trump dengan  Raja Salman pada Sabtu (20/5/2017) akan paralel dengan forum bisnis yang akan dihadiri  para eksekutif senior dari sekitar 45 perusahaan AS. Diantaranya akan hadir kontraktor pertahanan Lockheed Martin dan Raytheon. Masuk pula dalam daftar hadir: para petinggi Boeing, ExxonMobil, Dow Chemical, GE, Citigroup, Morgan Stanley, perusahaan jasa minyak dan kelompok investasi.


Reporter Mesti Sinaga
Editor Mesti Sinaga

HUBUNGAN AMERIKA-ARAB SAUDI

Feedback   ↑ x
Close [X]