Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Negara dengan iuran terbesar ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentu didominasi negara kaya, dengan Amerika Serikat (AS) ada di posisi teratas.
AS menjadi negara dengan kontribusi terbesar kepada PBB pada tahun 2025 dengan total US$7,094 miliar atau sekitar Rp128,69 triliun.
Meski tidak masuk jajaran teratas, Indonesia ternyata menjadi donatur terbesar untuk PBB di antara negara Asia Tenggara.
Baca Juga: Kuliner Indonesia Diakui Dunia, Masuk 10 Besar Negara dengan Makanan Terbaik 2026
Negara dengan Kontribusi Terbesar ke PBB
Data yang dihimpun Visual Capitalist dari UN System Chief Executives Board for Coordination (CEB) kali ini mencakup berbagai bentuk kontribusi pemerintah kepada sistem PBB.
Artinya, angka tidak hanya menggambarkan iuran wajib, tetapi juga mencakup pendanaan sukarela dan sumber pendapatan lainnya.
AS berada jauh di posisi teratas dengan kontribusi mencapai US$7,094 miliar. Jerman berada di posisi kedua dengan US$3,462 miliar, disusul China dengan US$2,726 miliar.
Berikut daftar 20 negara dengan kontribusi terbesar kepada sistem PBB pada 2025:
| No. | Negara | Kontribusi (US$ juta) | Setara Rupiah |
|---|---|---|---|
| 1 | Amerika Serikat | 7.094 | Rp128,69 triliun |
| 2 | Jerman | 3.462 | Rp62,80 triliun |
| 3 | China | 2.726 | Rp49,45 triliun |
| 4 | Inggris | 2.518 | Rp45,68 triliun |
| 5 | Jepang | 2.171 | Rp39,38 triliun |
| 6 | Swedia | 1.720 | Rp31,20 triliun |
| 7 | Kanada | 1.511 | Rp27,41 triliun |
| 8 | Norwegia | 1.414 | Rp25,65 triliun |
| 9 | Belanda | 1.297 | Rp23,53 triliun |
| 10 | Korea Selatan | 1.265 | Rp22,95 triliun |
| 11 | Prancis | 1.139 | Rp20,66 triliun |
| 12 | Italia | 1.086 | Rp19,70 triliun |
| 13 | Swiss | 764 | Rp13,86 triliun |
| 14 | Denmark | 753 | Rp13,66 triliun |
| 15 | Australia | 676 | Rp12,26 triliun |
| 16 | Brasil | 631 | Rp11,45 triliun |
| 17 | Arab Saudi | 628 | Rp11,39 triliun |
| 18 | Spanyol | 624 | Rp11,32 triliun |
| 19 | Kolombia | 621 | Rp11,26 triliun |
| 20 | Belgia | 508 | Rp9,22 triliun |
Terlihat bahwa tujuh dari 10 negara dengan kontribusi terbesar berasal dari Eropa, yakni Jerman, Inggris, Swedia, Norwegia, Belanda, Prancis, dan Italia.
Menariknya, ukuran ekonomi bukan satu-satunya faktor yang menentukan besarnya kontribusi.
Misalnya ada Swedia, Norwegia, dan Belanda yang ternyata memiliki kontribusi lebih besar dari Prancis dan Arab Saudi.
Baca Juga: Indonesia Peringkat 5, Ini Daftar Negara Penghasil Emisi Karbon Terbesar di Dunia
Berapa Kontribusi Indonesia ke PBB?
Indonesia berada di peringkat ke-46 dalam daftar negara dengan kontribusi terbesar kepada sistem PBB.
Total kontribusi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar US$96 juta atau saat ini sekitar Rp1,74 triliun.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar kepada sistem PBB.
Berikut adalah perbandingan kontribusi negara Asia Tenggara yang tercantum dalam data CEB:
| Negara ASEAN | Peringkat | Kontribusi (US$ juta) | Setara Rupiah |
|---|---|---|---|
| Indonesia | 46 | 96 | Rp1,74 triliun |
| Singapura | 49 | 84 | Rp1,52 triliun |
| Thailand | 71 | 43 | Rp780,02 miliar |
| Malaysia | 77 | 40 | Rp725,60 miliar |
| Filipina | 79 | 34 | Rp616,76 miliar |
Indonesia memiliki kontribusi lebih besar dibandingkan Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Selisih Indonesia dengan Singapura mencapai US$12 juta atau sekitar Rp217,68 miliar.
Baca Juga: Daftar 20 Negara Terkaya di Dunia 2026 Berdasarkan PDB per Kapita
Bagaimana Cara Iuran dan Kontribusi PBB Dihitung?
Sistem pendanaan PBB mencakup iuran wajib atau assessed contributions dan kontribusi sukarela atau voluntary funding.
Iuran wajib mempertimbangkan kemampuan suatu negara untuk membayar. Faktor yang digunakan antara lain pendapatan nasional bruto, tingkat utang, dan pendapatan per kapita.
Untuk anggaran reguler PBB, kontribusi suatu negara dibatasi maksimal 22%. Amerika Serikat menjadi negara yang mencapai batas tersebut.
Pendanaan untuk operasi penjaga perdamaian menggunakan formula berbeda. Negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB mendapatkan tingkat kontribusi yang lebih tinggi.
Sementara itu, kontribusi sukarela tidak dibatasi dengan mekanisme yang sama. Pendanaan tersebut dapat digunakan untuk mendukung badan dan program tertentu, seperti UNICEF dan World Food Programme (WFP).
Baca Juga: Daftar 20 Negara Produsen Kendaraan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia














