kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

4 Tahun Tragedi Halloween Itaewon, Presiden Korsel Janji Ungkap Kebenaran


Jumat, 30 Oktober 2026 / 06:32 WIB
4 Tahun Tragedi Halloween Itaewon, Presiden Korsel Janji Ungkap Kebenaran
ILUSTRASI. Bendera Korea Selatan (Carlos Barria/REUTERS)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berjanji mengungkap seluruh fakta di balik tragedi desak-desakan maut di Itaewon, Seoul, yang menewaskan 159 orang pada 29 Oktober 2022.

Memperingati empat tahun tragedi tersebut, Lee juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Saya akan memastikan tidak ada lagi warga yang menjadi korban secara tidak adil akibat ketidakhadiran dan kelalaian negara,” kata Lee dalam pidatonya, dikutip dari Yonhap.

Janji itu disampaikan Lee dalam upacara peringatan yang digelar di Gwanghwamun Square, Seoul, pada Kamis (29/10).

Sekitar 1.000 orang menghadiri acara tersebut, termasuk keluarga korban, penyintas, dan anggota parlemen.

Untuk mendukung upaya tersebut, masa kerja komisi khusus yang menyelidiki tragedi Itaewon telah diperpanjang hingga September 2027.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik ke Arah Laut di Lepas Pantai Timur

Investigasi Temukan Kegagalan Penanganan

Janji Presiden Lee disampaikan setelah komisi khusus investigasi merilis temuan sementara pada Selasa (27/10).

Laporan tersebut mengungkap sejumlah kelemahan dalam penanganan potensi bahaya kerumunan sebelum tragedi terjadi.

Komisi menemukan bahwa polisi menerima 11 laporan yang memperingatkan risiko orang terjepit atau terinjak akibat kepadatan massa pada malam Halloween 2022.

Namun, tidak ada petugas yang dikirim untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Temuan ini bertentangan dengan keterangan polisi sebelumnya yang menyebut petugas telah dikerahkan untuk menindaklanjuti empat dari 11 laporan tersebut.

Baca Juga: Kim Jong Un Sambangi Perbatasan China, Ada Misi Ekonomi di Balik Jembatan Baru

Komisi juga menyoroti penempatan personel di kawasan Itaewon. Dari 120 polisi yang berada di lokasi pada malam kejadian, 49 di antaranya merupakan penyidik yang bertugas menangani kasus narkotika.

Tidak ada satuan polisi khusus pengendalian massa yang dikerahkan ke kawasan tersebut.

Selain itu, investigasi menemukan keterlambatan koordinasi di tingkat pemerintah.

KBS World melaporkan, Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan mengetahui kejadian tersebut pada pukul 22.48 waktu setempat, tetapi Menteri Dalam Negeri saat itu, Lee Sang-min, baru menerima laporan 43 menit kemudian.

Instruksi penyelamatan yang dikeluarkan Presiden saat itu, Yoon Suk Yeol, pada pukul 23.21 juga baru diteruskan kepada instansi terkait sekitar 55 menit kemudian.

Komisi berencana meminta keterangan Yoon dan mantan Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min pada Desember 2026 untuk mendalami penanganan pemerintah dan dugaan kelalaian dalam tragedi tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Ancam Hukum Tegas Korea Utara, Ketegangan Perbatasan Memanas

Tragedi Halloween Itaewon Tewaskan Ratusan Orang

Tragedi Itaewon terjadi pada malam 29 Oktober 2022, ketika ribuan orang memadati kawasan hiburan malam Itaewon di Seoul untuk merayakan Halloween.

Kerumunan bergerak melalui gang sempit hingga terjadi desak-desakan yang menyebabkan banyak orang terjepit. Peristiwa tersebut menewaskan 159 orang dan menyebabkan 196 lainnya terluka.

Korban sebagian besar merupakan anak muda. Sejumlah warga negara asing juga meninggal dunia.

Peristiwa itu memicu kritik terhadap kesiapan aparat dalam mengantisipasi kerumunan besar dan kemampuan pemerintah menangani keadaan darurat.

Keluarga korban Korea Selatan turut mendesak pemerintah mengungkap mengapa aparat gagal menyelamatkan lebih banyak orang dan bagian mana dari sistem penanganan bencana yang tidak berfungsi.

Baca Juga: Korea Selatan Mau Ubah Aturan Bebas Wajib Militer Atlet, Ini Sebabnya


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×