kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

ADB pangkas pertumbuhan ekonomi Nepal pasca gempa


Senin, 04 Mei 2015 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Wakil Ketua Dewan Periklanan Indonesia (DPI) Janoe Arianto dalam diskusi media menyangkut RPP Kesehatan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Nepal akan terkena dampak sangat signifikan akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebab, gempa bumi yang mengguncang dengan kekuatan 7,8 skala richter telah menghancurkan banyak fasilitas umum seperti Jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, hingga fasilitas air bersih.

Akibatnya, ADB harus menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Nepal untuk bulan Maret ini menjadi 4,2%. Sebelumnya, dalam Asian Develompment Outlook (ADO), pertumbuhan ekonomi Nepal pada bulan Maret sebesar 4,6%.

"Kegiatan produksi, terutama di sektor jasa sudah cukup terganggu dengan gempa bumi yang terjadi, terutama karena adanya kerusakan infrastruktur," begitu kutipan hasil analisis ADB yang diterima KONTAN, Senin (4/5).

Sektor jasa merupakan tulang punggung kegiatan ekonomi di Nepal. Dengan terjadinya gempa, maka aktivitas jasa perjalanan otomatis terganggu. Sektor ini telah memberi kontribusi sebesar 9% terhadap Gross Domestic Product (GDP), berdasarkan tahun fiskal 2014 lalu.

Sementara itu, untuk tahun 2015 ini secara kesuluruhan ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Nepal antara 3%-3,5%. Padahal pada tahun 2014 lalu pertumbuhan ekonomi Nepal sebesar 5,2%. Namun, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan kembali meningkat pada tahun 2016.

Sementara itu untuk tingkat inflasi, ADB memperkirakan laju kenaikan harga di Nepal akan lebih tinggi dari perkiraan menjadi 8% dari 7,7%. Itu karena harga untuk makanan akan meningkat, bahkan inflasi untuk sektor bahan makanan di Nepal akan menyentuh double digit.

Hasil analisis ADB juga menyebutkan, defisit anggaran Nepal akan menyentuh angka 0,1% terhadap GDP. Sebetulnya menurut ADB kondisi fiskal Nepal masih bisa terkendali. Begitupun dengan neraca transaksi berjalan alias current account akan mengalami surplus sebesar 2,7%.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×