kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Akhirnya, PBB menyetujui sanksi baru untuk Korut


Selasa, 12 September 2017 / 12:22 WIB


Reporter: Arkani Ikrimah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui sanksi baru yang ditujukan untuk menghukum Korea Utara (Korut) karena uji coba rudal dan nuklirnya yang terbaru setelah AS menolak permintaan utama untuk mendapatkan dukungan dari Rusia dan China, Selasa (12/9)

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara tersebut secara bulat mengeluarkan resolusi sanksi itu pada Senin (11/9). Kebijakan ini diambil setelah satu minggu lamanya perundingan mengenai sanksi terbaru ini dibahas di DK PBB, tak lama setelah rezim Kim Jong Un menguji bom nuklirnya yang paling kuat.

Adapun isi dari resolusi tersebut ialah berusaha memotong impor produk minyak sulingan menjadi 2 juta barel per tahun, melarang ekspor tekstil dan memberi negara kemampuan untuk dapat membekukan aset kapal kargo.

“Hal ini merupakan respon terhadap perkembangan baru yang semakin membahayakan. Ini merupakan tindakan terkeras yang pernah diterapkan di Korut,” ujar Nikki Haley, utusan AS.

Bloomberg melaporkan, Korea Utara belum memberikan tanggapan terhadap sanksi ini. Sedangkan Korea Selatan mengatakan, negara yang terisolasi tersebut secara teknis siap untuk melakukan uji coba nuklir yang lainnya.

Bill Richardson, mantan duta besar AS untuk PBB mengatakan bahwa sanksi tersebut lebih baik daripada tidak sama sekali. Hanya saja, sanksi itu dinilai belum cukup untuk benar-benar menekan Korut. Richardson juga menambahkan informasi bahwa Pyongyang kemungkinan akan melakukan umpan balik dengan peluncuran rudal dalam beberapa hari ke depan.

"Ini adalah kemenangan parsial, di mana China telah memutuskan untuk menindak tegas Korut namun tidak benar-benar melakukannya," tambah Richardson di Bloomberg TV.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×