kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Apple cetak laba US$ 13,06 miliar akhir 2011


Rabu, 25 Januari 2012 / 07:54 WIB
ILUSTRASI. Promo J.CO periode 8-12 Februari 2021 menawarkan 4 lusin donat J.Pops dan 2 jenis minuman seharga Rp 149.000. Dok: Instagram J.CO


Reporter: Asnil Bambani Amri, BBC | Editor: Asnil Amri

SAN FRANSISCO. Apple melaporkan rekor laba bersih di kuartal terakhir 2011 sebesar US$ 13,06 miliar, atau naik 118% dari periode yang sama tahun 2010. Selain itu, perusahaan sukses menjual 37 juta unit iPhone, naik dua kali lipat dari realisasi penjualan di kuartal yang sama di tahun 2010.

"Momentum Apple adalah sangat kuat, dan kami memiliki beberapa produk baru yang menakjubkan," kata Tim Cook, chief executive officer (CEO) Apple.

Untuk menambah lagi pundi perusahaan, Apple berencana merilis 3 iPad terbaru bulan Maret tahun ini. "Kami sangat senang telah menghasilkan lebih dari US$ 17,5 miliar arus kas selama satu kuartal yang berakhir di Desember," kata Peter Oppenheimer, CFO Apple.

Untuk kuartal kedua tahun 2012 ini, Apple merencanakan untuk meraih pendapatan US$ 32,5 miliar dengan harapan laba per saham sekitar US$ 8,50.

Sementara itu, analis menyambut positif berita Apple tersebut. "Hadir saat yang tepat, di tengah transisi dari fitur ponsel ke ponsel pintar dan Apple melakukan pekerjaan luar biasa dalam menghasilkan keuntungan dari ini," kata Colin Gillis di BGC Partners BBC.

Selain iPhone, penjualan iPad dan komputer Mac juga mengalami kenaikan di kuartal terakhir 2011 masing-masing 111% dan 26%. Namun, malang bagi penjualan iPod yang mengalami penurunan sebesar 21%




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×