kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Apple Membuka Lipatan Baru dalam Sejarah Panjang iPhone


Jumat, 23 Oktober 2026 / 18:29 WIB
Apple Membuka Lipatan Baru dalam Sejarah Panjang iPhone
ILUSTRASI. APPLE-IPHONE DUO (REUTERS/Carlos Barria)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Hampir dua dekade Apple menikmati kejayaan iPhone tanpa banyak mengubah wajah perangkat andalannya. Kini, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu mencoba menulis cerita baru lewat iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya. Apple berharap inovasi ini mampu mengguncang pasar ponsel lipat, seperti ketika iPhone pertama kali mengubah wajah industri telepon seluler.

Langkah besar ini sekaligus menjadi ujian awal bagi John Ternus, CEO baru Apple yang sebelumnya memimpin divisi perangkat keras. Baru sepekan menduduki kursi tertinggi pada September, Ternus langsung memperkenalkan iPhone Duo. Tantangannya tidak ringan. Samsung Electronics dan Huawei Technologies telah lebih dulu menggarap pasar ponsel lipat yang hingga kini masih terbatas.

Sambutan pasar ternyata cukup meriah. Hanya beberapa menit setelah pemesanan awal dibuka, perkiraan pengiriman iPhone Duo langsung mundur hingga akhir Januari akibat permintaan yang melampaui pasokan. Apple menyebut antusiasme konsumen terhadap perangkat barunya itu luar biasa.

Namun, di balik kemewahan harga US$ 1.999, iPhone Duo belum sepenuhnya memikat para pengulas teknologi. Desain premium dan engsel yang nyaris tanpa bekas lipatan menuai pujian. Sebaliknya, absennya kamera telefoto, aplikasi yang belum optimal, serta penggunaan yang kurang praktis saat dilipat menjadi catatan. John Gruber, pengamat Apple, bahkan menilai perangkat ini masih terasa seperti purwarupa yang sangat matang, bukan produk akhir untuk penggunaan sehari-hari.

Laporan Reuters (23/10/2026), kritik serupa datang dari pengulas teknologi Marques Brownlee atau MKBHD. Menurut dia, iPhone Duo bukan pilihan tepat bagi pengguna yang sekadar berkirim pesan, membuka media sosial, atau menjelajahi internet. Meski begitu, perangkat ini tetap menawarkan pengalaman menarik bagi konsumen yang tak mempersoalkan harga dan bersedia beradaptasi dengan teknologi baru.

Baca Juga: Saham Pemilik Gucci Anjlok 12%, Pemulihan Bisnis Barang Mewah Masih Berat

Persoalan lain muncul dari keterbatasan stok. Apple menyebut ketersediaan iPhone Duo untuk pembelian langsung masih terbatas di Amerika Serikat, Australia, Kanada, Meksiko, serta sebagian wilayah Eropa. Sementara di Tiongkok, Prancis, Hong Kong, India, dan Jepang, perangkat ini hanya tersedia bagi konsumen yang telah memesan secara daring.

Kendati demikian, firma riset IDC melihat peluang besar di balik kehadiran Apple. Francisco Jeronimo, Wakil Presiden IDC, menilai Apple berpotensi membawa ponsel lipat keluar dari pasar khusus menuju konsumen yang lebih luas. IDC memperkirakan Apple menguasai 44% nilai pasar ponsel lipat pada 2026, dengan pangsa 31% dari total unit terjual. Pada 2027, Apple bahkan diproyeksikan memimpin pasar dari sisi nilai maupun volume pengiriman.

Kini, tantangan Apple bukan lagi sekadar menghadirkan teknologi yang memukau, melainkan mengubah rasa penasaran menjadi kebutuhan. Antusiasme awal harus berlanjut menjadi penjualan yang berkelanjutan. Sebab, keberhasilan iPhone Duo pada akhirnya bukan ditentukan oleh seberapa indah layarnya terbentang, tetapi seberapa jauh perangkat ini mampu membuka babak baru industri ponsel pintar.

Baca Juga: Bos Konfederasi Sepakbola Asia Dukung Pencalonan Infantino Sebagai Presiden FIFA


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×