Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - LONDON. Arab Saudi menolak permintaan Israel untuk mengizinkan pesawat militer Israel menjemput warga negara Israel yang berada di Arab Saudi setelah sebuah pesawat flydubai melakukan pendaratan darurat di negara tersebut.
Dua sumber keamanan mengatakan, permintaan tersebut diajukan agar pesawat militer Israel dapat membawa pulang para penumpang berkewarganegaraan Israel dari Arab Saudi. Hingga kini, Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Kantor media pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan tersebut.
Salah satu sumber mengatakan Angkatan Udara Israel telah bersiap mengirim pesawat Super Hercules untuk menjemput para penumpang Israel.
Baca Juga: Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya India, Mukesh Ambani Turun Posisi
Namun, para penumpang tersebut pada akhirnya dijadwalkan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat flydubai, menurut keterangan maskapai.
Insiden tersebut terjadi setelah kopilot pesawat flydubai yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv diduga berusaha menjatuhkan pesawat setelah menikam pilot.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Rabu (30/9/2026) bahwa para penumpang kemudian menahan kopilot tersebut. Sementara itu, pilot lain mengambil alih kendali dan berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di Arab Saudi.
Arab Saudi Belum Normalisasi Hubungan dengan Israel
Penolakan Arab Saudi terhadap permintaan Israel tersebut berlangsung di tengah upaya Amerika Serikat mendorong Riyadh bergabung dengan Abraham Accords.
Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat tersebut telah mendorong sejumlah negara Arab menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Baca Juga: Huawei Rilis Mate 90, Andalkan Chip Sendiri di Tengah Pembatasan AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama ini mendorong Arab Saudi untuk bergabung dalam Abraham Accords. Namun, Arab Saudi telah lama menolak bergabung tanpa adanya jalur yang jelas menuju pembentukan negara Palestina.
Perkembangan tersebut juga terjadi setelah seorang pejabat senior Arab Saudi membantah laporan mengenai pertemuan antara pejabat Arab Saudi dan Israel.
Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Netanyahu bertemu dengan sejumlah pejabat Timur Tengah, termasuk seorang pejabat Arab Saudi, saat melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab baru-baru ini.
Pejabat senior Arab Saudi tersebut membantah adanya pertemuan sebagaimana diberitakan media Israel.














