kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.155   2,00   0,01%
  • IDX 5.074   -22,86   -0,45%
  • KOMPAS100 654   -2,82   -0,43%
  • LQ45 516   -1,54   -0,30%
  • ISSI 169   -1,34   -0,78%
  • IDX30 290   -1,00   -0,34%
  • IDXHIDIV20 390   -1,48   -0,38%
  • IDX80 76   -0,28   -0,37%
  • IDXV30 108   -0,50   -0,46%
  • IDXQ30 97   -0,37   -0,38%

AS Serang Pulau Qeshm Iran, Harga Minyak Brent Kembali Tembus US$ 105


Selasa, 03 November 2026 / 08:37 WIB
AS Serang Pulau Qeshm Iran, Harga Minyak Brent Kembali Tembus US$ 105
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Christian Hartmann)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (3/11/2026) pagi di tengah meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen tersebut muncul setelah laporan media menyebut AS telah melancarkan serangan ke Pulau Qeshm, Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman naik 48 sen atau 0,5% menjadi US$ 105,25 per barel pada pukul 01.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 47 sen atau 0,5% ke level US$ 96,93 per barel.

Baca Juga: Johor Jadi Destinasi Favorit Turis Indonesia di Malaysia, Tembus 1,5 Juta Kunjungan

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga Brent pada perdagangan Senin (2/11/2026) anjlok US$ 8,66 atau 7,63% menjadi US$ 104,77 per barel.

Wall Street Journal melaporkan, AS telah menyerang Pulau Qeshm di Iran dengan mengutip sejumlah pejabat AS.

Beberapa pejabat menyebut serangan tersebut bersifat defensif untuk mencegah Iran memiliki keleluasaan menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Analis pasar utama KCM Trade Tim Waterer mengatakan, laporan serangan tersebut kembali memasukkan premi risiko ke dalam harga minyak.

"Ketika pasar mulai memperhitungkan jalur diplomasi yang lebih baik, pengingat atas aktivitas militer yang masih berlangsung ini mengubah kembali sentimen pasar," ujar Waterer.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Selasa (3/11), Harga Minyak Anjlok 7% dan Investor Cermati Pemilu AS

Di sisi lain, Teheran menyatakan bahwa komunikasi antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang masih berlanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pembicaraan Iran dengan mediator Qatar selama beberapa hari menghasilkan sejumlah perubahan proposal, tetapi belum mencapai terobosan.

Presiden AS Donald Trump pada Senin juga menyampaikan keraguan mengenai kemungkinan melanjutkan kembali serangan militer terhadap Iran seperti yang sebelumnya diancamkan. Trump bahkan menyebut kesepakatan dengan Teheran masih mungkin tercapai.

Konflik AS-Iran yang dimulai pada akhir Februari telah memangkas tajam lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Sebelumnya, jalur strategis tersebut menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam dunia.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik 0,3% Pagi Ini, Investor Cermati Pemilu AS

Perang Iran juga menjadi salah satu faktor utama tingginya harga bensin di AS yang membebani pemilih. Kondisi ini meningkatkan tekanan politik terhadap Trump untuk segera mengakhiri konflik.

Harga Brent bahkan menutup perdagangan Oktober di level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Penguatan tersebut didorong kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah kembali meningkat setelah pemilihan paruh waktu AS pada Selasa.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah memberikan sejumlah kewenangan kepada pemerintah untuk menjalankan pembicaraan perdamaian.

Di tengah perkembangan geopolitik tersebut, AS juga dijadwalkan mempertemukan delegasi Ukraina dan Rusia di Abu Dhabi pada 10-11 November mendatang. Pertemuan itu akan membahas upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina, kesepakatan keamanan pascaperang, serta langkah-lan




TERBARU

[X]
×