Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perusahaan peralatan semikonduktor ASML Holding menyatakan pihaknya tidak pernah mengirimkan mesin litografi ultraviolet ekstrem (EUV) ke China. Sebelumnya muncul laporan pejabat Amerika Serikat khawatir salah satu peralatan paling canggih perusahaan itu mungkin telah masuk ke negara tersebut.
“ASML tidak pernah mengirim mesin EUV ke China, dan juga tidak pernah mengirim komponen, modul, atau peralatan apa pun yang secara khusus dirancang untuk digunakan dalam mesin EUV ke China,” kata perusahaan tersebut dalam pernyataan tertulis kepada Reuters pada Jumat (19/6/2026).
Laporan Bloomberg News sebelumnya menyebutkan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick telah menyampaikan kekhawatiran kepada para pimpinan ASML dalam sejumlah pertemuan, terkait kemungkinan pelanggaran pembatasan ekspor yang dipimpin Amerika Serikat.
Baca Juga: ASML dan Tata Electronics Teken Kesepakatan Kerjasama Manufaktur Cip
ASML membantah tuduhan pelanggaran aturan ekspor tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan secara konsisten menyesuaikan bisnisnya mengikuti perkembangan regulasi baru terkait kontrol ekspor.
Mesin EUV milik ASML merupakan sistem paling canggih untuk produksi chip, dengan ukuran kira-kira sebesar bus sekolah dan berat mencapai sekitar 180 ton.
Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan bahwa ekspor peralatan semikonduktor tunduk pada aturan yang jelas berdasarkan Regulasi Dual-Use Uni Eropa serta kebijakan nasional tambahan. Semua peralatan dan teknologi yang termasuk dalam aturan tersebut memerlukan izin khusus, dan pemerintah menegaskan penegakan aturan dilakukan secara ketat.
United States Department of Commerce dan Gedung Putih belum memberikan komentar di luar jam kerja.
Pada April, Washington mengusulkan aturan yang mewajibkan sekutu AS untuk menyelaraskan kebijakan kontrol ekspor guna membatasi kemampuan China dalam memproduksi semikonduktor canggih, dengan peralatan ASML disebut dalam rancangan tersebut.
Sebelumnya, Reuters pada Desember melaporkan bahwa ilmuwan China telah mengembangkan prototipe mesin EUV sendiri dengan melibatkan mantan insinyur ASML, dalam upaya yang digambarkan sebagai “Proyek Manhattan versi China” di bidang semikonduktor.
Baca Juga: AS Usulkan RUU Batasi Ekspor Chip ke China, ASML Bisa Terdampak













