kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Beras Vietnam Mahal, Thailand Buka Peluang Naikkan Volume Ekspor


Rabu, 15 November 2023 / 16:00 WIB
ILUSTRASI. hailand menaikkan target ekspor beras tahun 2023 menjadi 8,5 juta metrik ton. REUTERS/Kham/File Photo


Sumber: Channelnewsasia.com,Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand telah meningkatkan target ekspor beras untuk tahun ini menjadi 8,5 juta metrik ton, Chookiat Ophaswongse, presiden kehormatan Asosiasi Eksportir Beras Thailand, mengatakan kepada Reuters di tengah harga beras dari Vietnam yang meningkat.

“Beras Vietnam mahal sehingga negara-negara seperti Filipina dan Indonesia meningkatkan pesanan beras Thailand,” katanya.

Beras Thailand dijual dengan harga sekitar US$ 550 hingga US$ 555 per metrik ton, katanya, sedangkan beras Vietnam dijual dengan harga sekitar US$ 630.

Baca Juga: Bulog Pastikan CBP Aman Hingga Tahun Depan

Thailand adalah eksportir beras terbesar kedua di dunia setelah India. Pemerintah sebelumnya memperkirakan ekspor sebesar 8 juta ton.

Produksi beras negara tersebut pada tahun ini hanya mengalami dampak terbatas dari fenomena cuaca El Nino, kata Chookiwat, seraya menambahkan bahwa musim 2023/24 diperkirakan akan menghasilkan 33 juta ton hingga 34 juta ton, naik 2 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. .

Pada periode Januari hingga September, Thailand menjual 6,08 juta ton beras, naik 12 persen dibandingkan tahun lalu.

Namun tahun depan, ia memperkirakan ekspor beras Thailand akan turun menjadi 7,5 juta ton, mengingat eksportir utama dunia, India, akan melonggarkan larangan ekspornya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×