kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Biaya Logistik Berpotensi Naik, Perusahaan Pelayaran Maersk Berlakukan Surcharge 20%


Kamis, 08 Oktober 2026 / 15:43 WIB
Biaya Logistik Berpotensi Naik, Perusahaan Pelayaran Maersk Berlakukan Surcharge 20%
ILUSTRASI. Perusahaan pelayaran asal Denmark, Maersk (REUTERS/Mike Blake)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perusahaan pelayaran asal Denmark, Maersk, menaikkan biaya tambahan bahan bakar darurat atau emergency fuel surcharge (EFS) untuk seluruh pengambilan barang ekspor dan pengiriman barang impor.

Kebijakan tersebut dilakukan di tengah berlanjutnya konflik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko terhadap pasokan energi serta aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Melansir Reuters, Maersk dalam pernyataannya pada Kamis (8/10/2026) menyebutkan, EFS akan dinaikkan menjadi 20% mulai 12 Oktober 2026.

Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Turun 1,42%: Investor Tahan Diri

Perusahaan juga akan terus mengevaluasi besaran biaya tambahan tersebut secara berkala.

Kenaikan biaya tambahan ini terjadi ketika harga minyak dunia kembali menguat akibat kekhawatiran terhadap pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Risiko tersebut meningkat seiring bertambahnya serangan terhadap kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Selain gangguan terhadap jalur pelayaran, produksi minyak Amerika Serikat juga mengalami penurunan karena ancaman badai terhadap aktivitas produksi lepas pantai.

Bagi industri pelayaran, kenaikan harga bahan bakar dan meningkatnya risiko operasional dapat mendorong kenaikan biaya transportasi.

Baca Juga: Vietnam Ungkap Negosiasi Kesepakatan Dagang dengan AS Hampir Rampung

Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap biaya logistik, terutama jika gangguan di jalur perdagangan utama Timur Tengah berlangsung lebih lama.

Maersk menyatakan akan meninjau kembali besaran EFS secara berkala sesuai perkembangan kondisi pasar dan situasi di kawasan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×