Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bill Gates terlibat sebagai investor proyek satelit

Rabu, 18 April 2018 / 22:54 WIB

Bill Gates terlibat sebagai investor proyek satelit
ILUSTRASI. Bill Gates

KONTAN.CO.ID - SEATTLE. Lama tak terdengar, nama pendiri Microsoft Corp., Bill Gates mencuat dalam proyek teknologi, tepatnya proyek satelit komunikasi. Pendiri raksasa teknologi ini memang akhir-akhir ini tak terlihat, kecuali dalam hal filantropi dan baru kali ini Bill Gates kembali ke jalur teknologi. Namun, bukan sebagai pengembang sistem operasi melainkan sebagai investor.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (18/4), bersama dengan Chief Executive Officer (CEO) SoftBank, Masayoshi Son, Bill Gates terlibat dalam proyek EarthNow LLC, sebuah perusahaan rintisan di kota Seattle yang memiliki ambisi meluncurkan 500 satelit kecil yang bertujuan menyediakan cakupan video ke seluruh dunia. Video yang dimaksud tak hanya untuk video entertainment, melainkan video pelacakan dengan fokus pada keamanan nasional.

Gates dan Son bergabung dengan Airbus SE serta OneWeb sebagai investor EarthNow LLC. Jika Airbus SE dan OneWeb merupakan investor korporat, Gates dan Son berinvestasi tidak atas nama perusahaan, melainkan secara pribadi dengan uang pribadi pula. Namun, keduanya tidak menyebutkan berapa besar investasi yang dikeluarkan.

CEO EarthNow, Russell Hannigan mengungkapkan, EarthNow menargetkan berbagai aplikasi termasuk pelacakan penangkapan ikan ilegal, mengawasi migrasi di zona konflik dan pemantauan pertanian. Untuk nilai satelit, Hannigan tidak mengungkapkan detailnya, namun ia menjelaskan nilai keseluruhan sistemnya bisa mencapai US$ 1 miliar.

"Angka-angka ini baru perkiraan saja, kami masih mengembangkan berbagai konsep, jadi angkanya kemungkinan bisa berubah," kata Hannigan, dilansir dari Wall Street Journal.

Konsep yang diusung oleh EarthNow ini merupakan saingan dari Stratolaunch Systems Corp, yang didirikan oleh co-founder Microsoft, Paul Allen. Namun, Hannigan menyebutkan bahwa perusahaan memiliki keunggulan tersendiri, yakni mampu secara efektif mengurangi biaya desain dan produksi dengan menggunakan upgrade dari platform satelit dasar dan teknik manufaktur lini perakitan yang sudah dirancang OneWeb. Satelit buatan EarthNow juga mampu mencakup setiap sudut dunia, dengan kekuatan pemrosesan substansial.

Tren satelit kecil juga mempengaruhi pemerintahan. Dengan beberapa perkiraan, jumlah negara-negara dengan satelit yang mengelilingi dunia telah meningkat menjadi lebih dari 80 unit selama kurang lebih satu dekade terakhir. Analis industri memperkirakan bahwa selama periode yang sama sektor ruang angkasa komersial telah menarik lebih dari US$ 4 miliar dalam pembiayaan di seluruh dunia.

EarthNow agaknya ingin segera tampil, khususnya di saat minat Pentagon terhadap teknologi komersial tengah tumbuh, dengan rencana untuk membeli citra satelit dan data dari pemasok luar.


Reporter: Agung Jatmiko
Editor: Sofyan Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0458 || diagnostic_web = 0.3472

Close [X]
×