Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aparat penegak hukum Amerika Serikat (AS) turut serta dalam perburuan peretas yang menguras lebih dari US$ 6 miliar dari bursa kripto Binance, dalam aksi pencurian siber terbesar yang pernah tercatat selama ini.
"Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengetahui insiden tersebut dan tengah berkoordinasi dengan berbagai mitranya untuk memahami cakupan aktivitas ini, mengevaluasi potensi dampaknya, serta menyusun langkah-langkah investigasi yang tepat,” ungkap badan tersebut seperti dikutip Bloomberg dalam sebuah pernyataan pada Jumat (30/10).
Seorang juru bicara menyatakan bahwa para penyelidik dari Secret Service juga tengah “bekerja sepanjang waktu” bersama pihak swasta untuk memulihkan dana yang dicuri.
Meskipun rincian lengkap mengenai pembobolan Binance belum terungkap, insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan risiko yang ditimbulkan oleh peretas di era kecerdasan buatan (AI).
Serangan siber lain yang terjadi baru-baru ini juga menyasar pasar prediksi Polymarket, perusahaan keuangan asal Korea Selatan Mirae Asset Global Investments Co. dan Daishin Securities, serta platform perdagangan mata uang asal Jepang, GMO Internet Group Inc.
Platform perdagangan kripto terbesar di dunia ini telah menangguhkan layanan penarikan dana dan berjanji untuk menanggung seluruh kerugian.
CEO Binance, Richard Teng, dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada hari Jumat, menyatakan bahwa bursa tersebut mampu melakukan hal itu berkat investasi berkelanjutan dari pendapatan perusahaan ke dalam aset kripto.
Yi He, yang juga menjabat sebagai CEO bersama (co-CEO), mengatakan bahwa pendapatan Binance tahun ini akan mampu menutupi seluruh jumlah dana yang hilang. Layanan penarikan dana diperkirakan akan kembali beroperasi paling lambat hari Minggu.
“Sebagian besar pendapatan yang kami peroleh dari operasional sehari-hari disimpan dalam bentuk aset kripto. Itulah alasan mengapa kami mampu menyerap kerugian sebesar ini secara langsung, dengan menggunakan dana kami sendiri,” ujar Teng.














