kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45959,76   16,42   1.74%
  • EMAS945.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

China bangun maket kapal induk dan kapal perusak AS, sebagai target sasaran rudal?


Senin, 08 November 2021 / 14:05 WIB
China bangun maket kapal induk dan kapal perusak AS, sebagai target sasaran rudal?
ILUSTRASI. Kendaraan militer China yang membawa rudal balistik anti-kapal DF-21D, yang dikenal sebagai pembunuh kapal induk, melewati Gerbang Tiananmen di Beijing selama parade militer pada 2015.

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Militer China membangun maket kapal induk dan kapal perang AS lainnya, kemungkinan sebagai target latihan, di gurun Xinjiang, gambar satelit dari Maxar menunjukkan pada Minggu (7/11).

Menlansir Reuters, maket tersebut mencerminkan upaya China untuk membangun kemampuan anti-kapal induk, khususnya melawan Angkatan Laut AS, karena ketegangan tetap tinggi dengan Washington atas Taiwan dan Laut China Selatan.

Gambar satelit menunjukkan garis besar skala penuh dari maket kapal induk AS dan setidaknya dua kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke telah dibangun di tempat yang tampaknya menjadi kompleks jangkauan target baru di Gurun Taklamakan.

Kompleks tersebut telah militer China gunakan untuk pengujian rudal balistik, laporan US Naval Institute menyebutkan, mengutip perusahaan intelijen geospasial All Source Analysis.

Baca Juga: India dan China bisa jadi pembeli pertama rudal S-500 Rusia, tengok kemampuannya

Program rudal anti-kapal China diawasi oleh Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF). Kementerian Pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Menurut laporan tahunan terbaru Pentagon tentang militer China, PLARF melakukan peluncuran tembakan langsung pertama yang dikonfirmasi ke Laut China Selatan pada Juli 2020.

PLARF menembakkan enam rudal balistik anti-kapal DF-21 ke perairan Utara Kepulauan Spratly, di mana China memiliki sengketa wilayah dengan Taiwan dan empat negara Asia Tenggara.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Juli tahun ini, Amerika Serikat akan membela Filipina jika diserang di Laut China Selatan dan memperingatkan China untuk menghentikan "perilaku provokatifnya".

Selanjutnya: Kabar Baik tentang Uang Kripto Berlimpah, Bitcoin Menuju Rekor Tertinggi




TERBARU

[X]
×