Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah China menyebut sejumlah kesepakatan perdagangan yang diumumkan dalam kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China pekan ini masih bersifat awal atau preliminary.
Melansir Reuters, Kementerian Perdagangan China pada Sabtu (16/5/2026) menyatakan pembahasan mengenai detail teknis berbagai kesepakatan, termasuk tarif, perdagangan pertanian hingga pembelian pesawat, masih terus berlangsung.
Baca Juga: Xi Jinping Jamu Putin di Beijing: Pertegas Aliansi Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Trump meninggalkan Beijing pada Jumat (15/5) setelah melakukan pembicaraan selama dua hari dengan Presiden China Xi Jinping.
Pertemuan tersebut diwarnai seremoni besar dan pernyataan hangat kedua pemimpin, namun minim rincian konkret terkait hasil kerja sama perdagangan dan investasi.
Dalam pernyataan resmi di situs kementerian, China mengatakan kedua negara sepakat membentuk dewan investasi dan dewan perdagangan guna merundingkan pengurangan tarif timbal balik untuk produk-produk tertentu.
Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan penurunan tarif yang lebih luas untuk sejumlah barang, termasuk produk pertanian.
Di sektor pertanian, Beijing menyebut kedua negara akan bekerja sama menyelesaikan hambatan non-tarif dan persoalan akses pasar.
Baca Juga: Trump Klaim Xi Sepakat Iran Harus Buka Selat Hormuz, China Minta Perang Diakhiri
Pemerintah AS disebut akan membantu menyelesaikan sejumlah isu yang selama ini menjadi perhatian China, termasuk penahanan otomatis produk susu dan hasil perikanan asal China, ekspor bonsai dengan media tanam ke AS, serta pengakuan Provinsi Shandong sebagai wilayah bebas flu burung.
Sebaliknya, China juga akan membantu menyelesaikan kekhawatiran AS terkait registrasi fasilitas daging sapi dan ekspor daging unggas dari beberapa negara bagian AS ke China.
Namun demikian, Kementerian Perdagangan China tidak menjelaskan perusahaan yang terlibat maupun rincian volume, nilai transaksi, dan jadwal pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Pernyataan ini menjadi penjelasan resmi pertama dari China mengenai hasil pembicaraan dagang pekan ini di Beijing dan Seoul, di tengah munculnya pertanyaan mengenai capaian konkret dari kunjungan kenegaraan pertama Trump ke China dalam hampir satu dekade terakhir.
Trump sebelumnya mengatakan China setuju membeli 200 pesawat buatan Boeing. Namun sejumlah analis mempertanyakan belum adanya jadwal maupun rincian implementasi kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Taiwan Dorong Kepastian Senjata AS di Tengah Pernyataan Trump Usai Bertemu Xi Jinping
Kementerian Perdagangan China mengonfirmasi adanya pembahasan terkait pembelian pesawat AS oleh China, termasuk jaminan pasokan mesin pesawat dan suku cadang dari AS ke China.
Meski demikian, pemerintah China menegaskan seluruh detail perjanjian masih terus dinegosiasikan dan akan difinalisasi “sesegera mungkin.”












