kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

China subsidi transportasi massal


Selasa, 08 Januari 2013 / 07:59 WIB
China subsidi transportasi massal
ILUSTRASI. BRI Finance terbitkan MTN Rp 500 Miliar dengan kupon 6,4% per tahun. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/02/07/2020


Sumber: Reuters | Editor: Uji Agung Santosa

BEIJING. Pemerintah China menawarkan keringanan pajak dan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan transportasi massal. Insentif tersebut diberikan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan dukungan bagi pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan. 


Tawaran itu juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah China yang ingin mempercepat arus urbanisasi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. "Dengan upaya mempercepat arus urbanisasi, maka pengembangan transportasi perkotaan menghadapi tantangan baru," kata Dewan Negara China dalam situs resminya. Bahkan Li Keqiang, orang nomer dua dalam hirarki kekuasaan Partai Komunis, sedang memperjuangkan urbanisasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang akan meningkatkan pendapatan dan konsumsi.


Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan China memperkirakan, sebanyak 300 juta dari 1,4 miliar penduduk China akan bergerak dari pedesaan ke perkotaan pada 2030. Mereka akan bergabung dengan 600 juta orang yang saat ini sudah bermukim di kota. Untuk mengurangi kemacetan, China memberikan sejumlah insentif dan pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi, sehingga kendaraan umum jadi dominan.




TERBARU

[X]
×