kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Defisit Perdagangan AS Melebar, Impor Tembus Rekor akibat Investasi Infrastruktur AI


Rabu, 28 Oktober 2026 / 21:58 WIB
Defisit Perdagangan AS Melebar, Impor Tembus Rekor akibat Investasi Infrastruktur AI
ILUSTRASI. USA-WEATHER/ (REUTERS/Shannon Stapleton)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Defisit perdagangan barang Amerika Serikat (AS) secara tak terduga melebar pada September, seiring lonjakan impor yang mencapai rekor tertinggi. Kenaikan ini didorong oleh kuatnya permintaan barang modal terkait pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), yang mengindikasikan bahwa perdagangan menjadi salah satu faktor penghambat signifikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III.

Data yang dirilis Departemen Perdagangan AS pada Rabu (28/10/2026) menunjukkan kondisi perdagangan terus memburuk. Hal ini mendorong sejumlah ekonom memperkirakan perdagangan mengurangi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal lalu hingga 4 poin persentase.

Meski demikian, estimasi awal pemerintah AS mengenai PDB kuartal Juli–September yang akan dirilis pada Kamis diperkirakan tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hal ini didukung oleh lonjakan belanja AI dan konsumsi masyarakat yang solid.

Baca Juga: Panggil Perusahaan yang Diduga Terkait Kabut Asap, Singapura Akan Lakukan Ini

“Meski perdagangan akan membebani PDB kuartalan, kondisi ini justru menunjukkan kekuatan, bukan kelemahan, ekonomi AS karena mencerminkan berlanjutnya investasi bisnis dan momentum belanja konsumen,” kata Daniel Vielhaber, ekonom di Nationwide.

Biro Sensus Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa defisit perdagangan barang meningkat 2,1%, atau US$ 2,8 miliar, menjadi US$ 134,9 miliar pada September. Angka tersebut merupakan yang terbesar sejak Maret 2025.

Sebelumnya, para ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan defisit perdagangan barang sebesar US$ 130,2 miliar. Kesenjangan perdagangan barang tersebut terus melebar sepanjang kuartal III.

Impor barang naik 2,4%, atau US$ 8,1 miliar, menjadi US$ 344,1 miliar pada September. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan impor barang modal sebesar 7,5%. Secara tahunan, impor barang modal melonjak 77,2% pada September.

“Sebagian besar perangkat keras yang dibutuhkan perusahaan teknologi berasal dari luar negeri, sehingga mendorong pelebaran defisit perdagangan secara besar-besaran,” kata Stephen Stanley, kepala ekonom AS di Santander US Capital Markets.

Selain lonjakan investasi AI, belanja konsumen yang terus menunjukkan kekuatan meskipun biaya hidup meningkat juga mendorong kenaikan impor.

Impor barang konsumsi meningkat 3,1% pada September, sedangkan impor barang lainnya naik 6,7%. Namun, impor pasokan industri, termasuk emas dan minyak bumi, turun 6,0%.

Baca Juga: Bank Sentral Kanada Naikkan Suku Bunga ke 2,5%, Inflasi Tembus 3,2%

Emas tidak diperhitungkan dalam penghitungan PDB. Impor makanan dan kendaraan bermotor juga mengalami penurunan.

Ekspor barang meningkat US$ 5,3 miliar, atau 2,6%, menjadi US$ 209,2 miliar. Pengiriman makanan melonjak 12,8%. Ekspor barang modal naik 5,4%, sementara ekspor produk konsumen meningkat 6,5%. Sebaliknya, ekspor kendaraan bermotor dan pasokan industri mengalami penurunan.

Ekonom Pantheon Macroeconomics memperkirakan perdagangan mengurangi pertumbuhan ekonomi sebesar 4 poin persentase. Sementara itu, ekonom di Oxford Economics memperkirakan dampaknya mencapai 3,25 poin persentase.

Perdagangan tidak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB selama tiga kuartal berturut-turut.

Namun, sebagian barang yang diimpor pada September berakhir sebagai persediaan yang belum terjual di tingkat pedagang grosir dan pengecer. Kondisi ini berpotensi mengurangi dampak negatif terhadap PDB.

Biro Sensus juga melaporkan persediaan grosir meningkat 0,6% pada September. Persediaan di tingkat pengecer naik 0,3%, sementara persediaan di dealer kendaraan bermotor dan suku cadang meningkat 0,2%.

Di luar kendaraan bermotor dan suku cadangnya, persediaan ritel meningkat 0,4% setelah naik tipis 0,1% pada Agustus. Komponen ini turut diperhitungkan dalam penghitungan PDB.

Sebelum data perdagangan dan persediaan dirilis, survei Reuters terhadap para ekonom memperkirakan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,2% pada kuartal III. Pada kuartal II, ekonomi AS tumbuh sebesar 2,2%.

“Pertumbuhan sekitar 1% kini tampaknya lebih mungkin terjadi, meskipun kami mengakui bahwa angka utama PDB kuartal lalu bahkan lebih sulit dipastikan daripada biasanya,” kata Oliver Allen, ekonom senior AS di Pantheon Macroeconomics.

Baca Juga: Wendy’s Bakal Jadi Perusahaan Tertutup? Trian Ajukan Tawaran US$ 1,4 Miliar




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×