Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Defisit perdagangan AS melebar lebih besar dari perkiraan pada bulan Agustus, didorong oleh lonjakan impor barang di tengah kuatnya permintaan domestik; hal ini membuat sektor perdagangan kembali menjadi faktor pengurang pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga.
Mengutip Reuters, menurut data yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi dan Biro Sensus di bawah Departemen Perdagangan AS pada Selasa (6/10/2026), defisit perdagangan meningkat 13,7% menjadi US$ 105,6 miliar.
Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan defisit akan mencapai US$ 102,0 miliar.
Indikasi awal mengenai pelebaran ini telah terlihat dari data pekan lalu yang menunjukkan lonjakan defisit perdagangan barang akibat tingginya impor pada bulan Agustus.
Baca Juga: Uber Akan Mengakuisisi Platform Katering AS ezCater Senilai US$ 2,3 Miliar
Permintaan domestik meningkat dengan laju tercepat dalam lebih dari 3,5 tahun pada kuartal kedua, mencerminkan kuatnya belanja konsumen serta belanja bisnis untuk peralatan—yang sebagian besar terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Tren ini tampaknya berlanjut hingga kuartal ketiga; data bulan lalu menunjukkan kuatnya belanja konsumen pada bulan Agustus, serta tingginya pesanan dan pengiriman barang modal non-pertahanan (di luar pesawat terbang).
Namun, dunia usaha mengandalkan impor untuk memenuhi permintaan tersebut. Peningkatan impor ini terjadi meskipun ada kebijakan tarif agresif dari Presiden Donald Trump, yang menurutnya bertujuan untuk memperkecil defisit perdagangan.
Impor meningkat 4,3% menjadi US$ 420,8 miliar pada bulan Agustus. Impor barang melonjak 5,3% menjadi US$ 342,2 miliar. Ekspor naik 1,4% menjadi US$ 315,2 miliar. Ekspor barang meningkat 2,2% menjadi US$ 205,7 miliar.
Baca Juga: Tujuh Negara Bersaing Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036, India dan Jerman Masuk Daftar
Sektor perdagangan telah menjadi faktor pengurang Produk Domestik Bruto (PDB) selama tiga kuartal berturut-turut, dan para ekonom memperkirakan sektor ini dapat memangkas hingga 2,5 poin persentase dari PDB pada kuartal ketiga.
Estimasi pertumbuhan untuk kuartal Juli-September sebagian besar berada di atas tingkat tahunan 3,0%, dengan belanja konsumen diperkirakan akan mengimbangi dampak negatif dari impor. Ekonomi tumbuh pada tingkat 2,2% pada kuartal kedua.














