Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Sejumlah pejabat Indonesia yang dijadwalkan menjadi pembicara dalam Singapore International Energy Week (SIEW) 2026 belum mengonfirmasi kehadirannya hingga sehari sebelum acara dimulai.
Situasi ini terjadi di tengah ketegangan pasokan energi setelah Indonesia memangkas ekspor gas alam ke Singapura.
SIEW 2026 berlangsung pada 26–30 Oktober 2026. Memasuki tahun ke-19 sejak pertama kali digelar pada 2007, forum ini menjadi ajang pertemuan pemasok energi, perusahaan teknologi energi, serta pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan dan arah pasar energi global.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, sejumlah pejabat Indonesia hadir sebagai pembicara, antara lain Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Pandjaitan, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman.
Sejumlah perwakilan perusahaan dan lembaga studi Indonesia juga turut berpartisipasi.
Baca Juga: Kadin Minta Pemerintah Cabut Pembatasan Pasokan Gas Industri
Namun, menjelang SIEW 2026, kehadiran sejumlah pejabat Indonesia belum terkonfirmasi.
Hingga Sabtu (25/10/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto belum memberikan kepastian untuk hadir sebagai pembicara.
Sejumlah narasumber Indonesia lainnya juga belum mengonfirmasi kehadiran mereka.
Sebaliknya, delegasi dari negara-negara Asia Tenggara lainnya terlihat berpartisipasi dalam forum tersebut. Di antaranya Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof, serta perwakilan dari Vietnam dan Thailand.
Belum ada penjelasan mengenai alasan belum terkonfirmasinya kehadiran para pejabat Indonesia. Kondisi ini muncul setelah pemerintah Indonesia memutuskan memangkas pasokan gas ke Singapura pada pekan sebelumnya. Namun, belum ada informasi yang memastikan bahwa kedua hal tersebut saling berkaitan.
Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura Tan See Leng menyinggung pemangkasan pasokan gas Indonesia saat membuka SIEW 2026 pada Senin (26/10/2026).
Tan menyatakan, Singapura masih memperoleh pasokan gas dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Timur Tengah, dan negara-negara Afrika.
Baca Juga: Indonesia Tests CNG Cylinder Rollout to Cut Subsidized 3KG LPG Imports
Dengan sumber pasokan yang beragam, pemerintah Singapura menilai pengurangan pasokan dari Indonesia tidak mengganggu kebutuhan gas secara signifikan.
“Kita dengar bahwa pekan lalu Indonesia memangkas pasokan gas kepada Singapura. Perlu diketahui bahwa pasokan yang dipangkas tersebut kurang dari 2% kebutuhan gas harian kami,” kata Tan.
Ia menegaskan, Singapura tetap tenang menghadapi pengurangan pasokan tersebut. Tan juga mengingatkan bahwa menguatnya nasionalisme energi dapat berdampak terhadap iklim bisnis dalam jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah Indonesia mengumumkan pengurangan ekspor gas alam ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto sebelumnya menyatakan, pemangkasan ekspor gas ke Singapura mulai berlaku pada 24 Oktober 2026. Pengurangan tersebut terdiri atas 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari wilayah Jambi Merang di Sumatera.
Djoko menegaskan, pengurangan ekspor melalui jaringan pipa tersebut hanya berlaku untuk Singapura. Tidak ada negara lain yang terdampak karena jaringan pipa yang dimaksud mengalirkan gas ke negara tersebut.
Baca Juga: Measuring the Investment Competitiveness of Indonesia’s Oil and Gas Sector
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tidak segan mengevaluasi, bahkan menghentikan, kontrak ekspor energi kepada negara yang dinilai tidak menghargai dan tidak kooperatif dengan Indonesia.
Kebijakan pemangkasan pasokan gas ini menjadi salah satu isu yang mengemuka menjelang dan selama penyelenggaraan SIEW 2026, di tengah upaya negara-negara di kawasan menjaga ketahanan energi sekaligus mempertahankan kepastian pasokan bagi kegiatan ekonomi.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/10/26/093458926/ketika-delegasi-indonesia-absen-dari-konferensi-energi-singapura-2026?page=all#page2.














