kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Diplomat senior AS Sherman memimpin pembicaraan pengendalian senjata dengan Rusia


Sabtu, 24 Juli 2021 / 07:05 WIB
ILUSTRASI. U.S. President Joe Biden and Russia's President Vladimir Putin shake hands as they arrive for the U.S.-Russia summit at Villa La Grange in Geneva, Switzerland, June 16, 2021. REUTERS/Kevin Lamarque


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Wendy Sherman akan memimpin delegasi AS pada pembicaraan pengendalian senjata nuklir dengan Rusia di Jenewa pada 28 Juli, kata Departemen Luar Negeri pada Jumat.

Selama pertemuan tingkat pertama bulan lalu antara kedua kekuatan nuklir sejak Presiden Joe Biden menjabat, Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk memulai kembali pembicaraan yang dikenal sebagai Dialog Stabilitas Strategis Rusia AS, yang bertujuan untuk mengurangi risiko perang nuklir.

Melanir Reuters, Sabtu (24/7), Sherman akan melakukan perjalanan ke Jenewa untuk pertemuan pertama dari pembicaraan yang dilanjutkan pada hari Rabu sebelum pertemuan di China pada hari Minggu dan Senin dan setelah berhenti di Oman.

Baca Juga: Rusia beri peringatan ke AS soal penempatan rudal hipersonik di Eropa

Sherman akan bergabung dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional Bonnie Jenkins, yang pencalonannya untuk peran itu akhirnya dikonfirmasi oleh Senat AS minggu ini.

"Pertemuan ini menindaklanjuti komitmen yang dibuat antara Presiden Biden dan Presiden Rusia Putin untuk melakukan dialog yang disengaja dan kuat antara kedua negara kami yang akan berusaha untuk meletakkan dasar bagi pengendalian senjata di masa depan dan langkah-langkah pengurangan risiko," kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan. 

Selanjutnya: Bisa sulut konflik, Rusia peringatkan AS soal penempatan rudal hipersonik di Eropa




TERBARU

[X]
×