Reporter: Namira Daufina | Editor: Adi Wikanto
Jakarta. Citigroup Inc menduga saat ini risiko terjadinya resesi global semakin tinggi, meskipun beberapa tahun ke belakang pertumbuhan ekonomi cenderung stabil dan tenang.
Alasannya, tingkat utang negara-negara dunia yang semakin tinggi, ketidakpastian yang meningkat dan geopolitik yang terjadi di banyak tempat.
Menurut ekonom-ekonom dunia, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi hanya 1,6% di tahun 2016 dibanding sebelumya pada Januari 2015 lalu diprediksi bisa di level 2,4%.
Bahkan bukan tidak mungkin lebih rendah daripada itu.
Saat ini tebakan Citi resesi global belum dapat dihindari.
“Untuk menghindari resesi yang dibutuhkan pasar adalah “abenomics plus” atau penggabungan kebijakan moneter dengan stimulus fiskal dan reformasi struktural,” jelas Ketua Ekonom Citigroup Inc, Willem Buiter.
Namun menurutnya, sulit mengharapkan terjadi pelonggaran fiskal sebabnya ruang untuk pelonggaran moneter saja sudah sempit.
Untuk kini, Citigroup memberi sinyal pesimisme negara-negara dunia bisa menghindari resisi global yang sudah di depan mata.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
