Ekonomi Filipina tumbuh 7,1% di kuartal ketiga 2021

Selasa, 09 November 2021 | 10:03 WIB Sumber: Reuters
Ekonomi Filipina tumbuh 7,1% di kuartal ketiga 2021

ILUSTRASI. Filipina optimistis pertumbuhan tahun ini masih dapat mencapai atau bahkan melampaui batas atas target 4%-5%.


KONTAN.CO.ID - MANILA. Pertumbuhan ekonomi tahunan Filipina melambat pada kuartal ketiga karena pembaruan pembatasan Covid-19 menghambat permintaan. Alhasil, bank sentral mempertahankan suku bunga pada rekor rendah untuk sementara waktu.

Meskipun ekonomi Asia Tenggara telah pulih dari kontraksi lima kuartal berturut-turut dalam tiga bulan hingga Juni, Filipina kehilangan momentum pada kuartal September setelah pemerintah menerapkan kembali pembatasan ketat untuk menahan kebangkitan kasus virus corona. Produk domestik bruto (PDB) Filipina meningkat sebesar 7,1% secara tahunan pada periode Juli-September.

Angka pertumbuhan ekonomi yang dirilis badan statistik, Selasa (9/11) ini lebih lambat dari ekspansi 12% yang direvisi naik pada kuartal sebelumnya. Tapi, pertumbuhan PDB kuartal ketiga di atas perkiraan 4,8% dalam jajak pendapat Reuters.

Secara kuartalan, ekonomi Filipina tumbuh 3,8% pada periode hingga September.

Baca Juga: Harga minyak naik tiga hari beruntun, WTI capai US$ 82,03 per barel di pagi ini

Konsumsi rumah tangga naik 7,1% pada kuartal ketiga dari tahun sebelumnya. Konsumsi rumah tangga sedikit lebih lambat dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 7,3%. Sementara belanja pemerintah meningkat 13,6%, rebound kuat dari penurunan 4,2% pada April-Juni.

Tapi, pengangguran naik ke level tertinggi delapan bulan 8,9% pada September menyusul penerapan kembali langkah-langkah penguncian ketat pada Agustus di wilayah ibu kota dan provinsi terdekat.

Berdasarkan sektor, industri dan jasa mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 7,9% dan 8,2%. Sementara pertanian, kehutanan dan perikanan turun 1,7% sebagian karena pengaruh cuaca buruk dan wabah demam babi Afrika.

Baca Juga: Stimulus Tak Putus di Berbagai Negara

Meskipun terjadi perlambatan pada kuartal ketiga, Sekretaris Perencanaan Sosial Ekonomi Karl Kendrick Chua mengatakan pertumbuhan tahun ini masih dapat mencapai atau bahkan melampaui batas atas target 4,0%-5,0%. Penurunan kasus Covid-19 dan kenaikan tingkat vaksinasi membuka jalan cara untuk pembukaan kembali ekonomi lebih lanjut di kuartal terakhir.

Tetapi karena ekonomi masih beroperasi di bawah potensi, para ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah 2,0% pada dua pertemuan kebijakan terakhir untuk tahun ini meskipun inflasi lebih cepat. 

Baca Juga: Indonesia dan Tiga Negara Lain, Sumbang 15% Emisi Global Terkait Dengan Batubara

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru