kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Ekonomi melambat, China disarankan pangkas pajak penghasilan


Minggu, 18 November 2018 / 23:14 WIB
Ekonomi melambat, China disarankan pangkas pajak penghasilan
ILUSTRASI. Perekonomian China


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Mantan Menteri Keuangan China Lou Jiwei mengatakan bahwa pemerintah China harus memangkas pajak penghasilan perusahaan maupun perorangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi China yang melambat di tengah konflik perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Minggu (18/11), maka untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi China yang terendah sejak krisis keuangan global, menurutnya, pemerintah China harus memprioritaskan proyek pembangunan jalan dan kereta cepat, kemudian mendorong penyaluran pinjaman di perbankan serta memangkas nilai pajak.

“Ada ruang untuk memangkas panjang penghasilan, baik dari pajak perusahaan maupun perorangan,” kata Lou yang kin menjabat sebagai Ketua Dewan Nasional untuk Dana Jaminan Sosial (NCSSF).

Seperti diketahui, Oktober lalu, China menaikkan ambang batas pengumpulan pajak perorangan hingga 5.000 yuan atau US$ 720 per bulan dari nilai sebelumnya sebesar 3.500 yuan. Harapannya, peningkatan batas tersebut bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah juga telah memangkas pajak pertambahan nilai dan biaya yang dikenakan perusahaan, tetapi belum menurunkan tingkat pajak penghasilan perusahaan yang kini masih sebesar 25%.

China seharusnya tidak meluncurkan program investasi infrastruktur berskala besar karena langkah tersebut dinilai dapat memperburuk rasio utang negara.

Apalagi, kata dia, pemerintah China sudah terbebani utang negara yang besar. Negara seharusnya menggunakan kebijakan fiskal untuk membantu menekan risiko utang di lembaga keuangan.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×