kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonomi Singapura melambat


Rabu, 23 Mei 2018 / 08:58 WIB
Ekonomi Singapura melambat
ILUSTRASI. Patung Tertinggi di Dunia - The Merlion of Santosa


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perekonomian Singapura diperkirakan akan tumbuh moderat pada kuartal I 2018. Jajak pendapat Reuters yang digelar, Selasa (22/5), menunjukkan hasil yang sejalan dengan perkiraan awal yakni tumbuh 1,4% dibanding kuartal IV 2017. Proyeksi tersebut dapat meleset mengingat saat ini pertumbuhan sektor manufaktur dan ekspor elektronik yang melambat.

Pertumbuhan ekonomi Singapura kuartal I 2018 yang terkonfirmasi sebesar itu pertanda pertumbuhan yang melambat dalam dua kuartal berturut-turut. Sementara jika dibandingkan dengan kuartal I 2017, produk domestik bruto (PDB) Singapura diproyeksikan meningkat sebesar 4,3%. Pertumbuhan tersebut sebagian besar didukung oleh sektor manufaktur terutama barang elektronik.

Tetapi karena pertumbuhan produksi pabrik Singapura mulai moderat dan ekspor elektronik menurun, membuat para analis mulai mempertanyakan prospek produksi manufaktur Singapura ke depannya. "Pertumbuhan di kuartal pertama mungkin saja akan menjadi yang tertinggi di sepanjang tahun ini sebab manufaktur diprediksi melambat dan penjualan semikonduktor menurun," ujar Francis Tan, ekonom UOB Bank seperti dikutip Reuters.

Pengetatan moneter

Para analis dan pembuat kebijakan khawatir karena pertumbuhan negara ini hanya terlalu bergantung pada sektor elektronik. Sementara sektor ini tengah mengalami kontraksi dalam ekspor selama lima bulan berturut-turut. Sektor farmasi secara mengejutkan membantu mengimbangi pukulan pelemahan ekspor dengan kenaikan ekspor yang tajam.

Potensi perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) juga menjadi tantangan bagi Singapura. Sebab ekspor Singapura setara dengan sekitar 200% dari produk domestik bruto.

Bank Sentral Singapura bahkan sampai memperketat kebijakan moneternya untuk pertama kali dalam enam tahun terakhir pada bulan April 2018 lalu. Meskipun kini telah ada beberapa kemajuan dalam pembicaraan antara China dan AS untuk menyelesaikan masalah perdagangan mereka.

Sebelumnya survei otoritas moneter Singapura (MAS) menunjukkan PDB Singapura diperkirakan tumbuh 3,2% tahun ini. Proyeksi itu naik dari perkiraan median 3% dalam survei MAS sebelumnya yang dipublikasikan pada bulan Desember 2018 lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×