Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID- NEW DELHI. Otoritas keamanan pangan India telah menyebut nama sejumlah pejabat dari entitas Reliance Group serta unit Blinkit dan Hyperpure milik Zomato dalam penyelidikan terkait produk pangan kedaluwarsa yang diduga masuk kembali ke dalam rantai pasok pangan. Hal ini terungkap dalam dokumen kasus yang ditinjau oleh Reuters.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) negara bagian Maharashtra telah memimpin penindakan tegas terkait keamanan pangan di bawah pimpinan Tukaram Mundhe (51 tahun).
Tindakan ini mencakup penutupan sejumlah tempat makan populer di Mumbai, serta gerai Domino’s dan Pizza Hut karena standar kebersihan yang buruk.
Badan negara bagian tersebut juga telah menangguhkan izin salah satu gerai McDonald’s.
Baca Juga: Pemulihan Berjalan Lancar, Paus Leo Direncanakan Keluar dari Rumah Sakit Sabtu Sore
Kasus terbaru ini, yang telah berujung pada pengaduan ke kepolisian oleh otoritas keamanan pangan, melibatkan perusahaan ritel besar dan perusahaan quick-commerce (layanan pengiriman cepat) yang menjual produk kepada jutaan rumah tangga di negara dengan populasi terbanyak di dunia.
Berdasarkan dokumen yang ditinjau oleh Reuters, FDA Maharashtra menyatakan bahwa petugas mereka telah mendatangi beberapa gudang milik Reliance Retail, Reliance Consumer, dan Zomato Hyperpure.
Dalam kunjungan tersebut, pihak perusahaan tidak dapat memberikan bukti yang dapat diverifikasi bahwa pemusnahan produk pangan kedaluwarsa benar-benar telah dilakukan oleh kontraktor mereka.
"Pihak yang ditugaskan untuk pemusnahan... ternyata tidak memusnahkan stok tersebut," demikian bunyi dokumen kasus tersebut.
Dalam kasus gudang Zomato Hyperpure, seorang perwakilan perusahaan menyebutkan nama kontraktor yang bertanggung jawab atas pemusnahan, namun petugas FDA tidak dapat melacak keberadaan kontraktor tersebut, menurut dokumen itu.
Pihak Reliance dan Blinkit tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
“Setiap upaya untuk mengembalikan produk pangan yang kedaluwarsa, rusak, atau ditolak oleh konsumen ke dalam pasar merupakan masalah serius yang menuntut pengawasan ketat serta akuntabilitas," ujar kepala FDA Maharashtra, Tukaram Mundhe, kepada Reuters.
"Tidak ada perusahaan, merek, bisnis, maupun individu yang kebal hukum dalam hal keamanan pangan." tambahnya.
Penindakan tegas yang semakin intensif di India
Reliance Retail dan Reliance Consumer merupakan bagian dari grup bisnis milik miliarder Mukesh Ambani. Sementara itu, Zomato Hyperpure adalah unit dari Zomato.
Penyelidikan FDA mengungkapkan adanya pola di mana gudang distribusi milik peritel besar dan layanan perdagangan cepat (*quick commerce*) menyerahkan produk pangan yang telah kedaluwarsa atau ditolak oleh pelanggan kepada pihak ketiga.
Pihak ketiga ini kemudian menyalurkan produk tersebut ke tempat penyortiran yang tidak berizin.
Menurut dokumen kasus dari penyelidikan tersebut, di tempat penyortiran ini, kemasan yang tampak masih layak jual dipisahkan, untuk kemudian diedarkan kembali ke peritel lain dan pasar konsumen.
Dengan demikian, rantai distribusinya bermula dari gudang perusahaan, menuju agen pembuangan, tempat penyortiran tak berizin, perantara, peritel, hingga sampai ke tangan konsumen.
Dokumen kasus tersebut menyebutkan bahwa pada hari Kamis, FDA negara bagian Maharashtra telah menangguhkan izin operasional lima tempat usaha, tiga di antaranya milik Reliance dan dua lainnya milik entitas Eternal.
Penegakan hukum terkait keamanan pangan di India selama ini tergolong lemah namun, serangkaian tindakan tegas yang dilakukan baru-baru ini telah mendapatkan dukungan luas dari masyarakat.
Baca Juga: Gubernur BoE Ikut Walkout saat Rusia Berpidato di Pertemuan IMF














