kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Gerai KFC Australia akan jual minuman beralkohol


Selasa, 06 Januari 2015 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Yuk intip jadwal terbaru KRL Solo-Jogja, Senin-Selasa, 17-18 Juli 2023


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

SIDNEY. Lantaran ingin mengembangkan pangsa pasarnya, jaringan restoran cepat saji, KFC, bersiap meluncurkan strategi pemasaran baru. Salah satu strategi dari unit usaha Yum! Brands Inc. itu adalah menjual bir dan cider atau minuman hasil fermentasi sari buah apel dengan kadar alkohol 6,5% hingga 8%.

Terobosan ini akan diterapkan pada gerai KFC yang akan dibuka di Sydney, Australia. Seperti diberitakan Bloomberg, Sabtu (3/1), KFC telah mengajukan izin penjualan minuman keras. Hal ini dilakukan KFC lantaran tak ingin kalah bersaing dengan restoran lain di Australia yang banyak menjual miras.

Sejumlah restoran yang menjadi pesaing KFC dan juga menjual minuman keras adalah Mad Mex, Nando's, Guzman Gomez and Grill'd. Salah seorang jurubicara KFC kepada Bloomberg menyatakan, akan membuka gerai di Church Street yang menjual bir dan cider.

Sebagai gambaran, Grill'd salah satu restoran ternama di Australia mengklaim, memiliki perbedaan dari restoran lain. Manajemen Grill'd mengaku menyajikan menu yang lebih baik, sekaligus menyediakan minuman beralkohol.

Tidak dipungkiri, restoran yang mengusung konsep serupa dengan Grill'd, tumbuh pesat di Australia. Data Euromonitor memperlihatkan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, restoran "casual" itu tumbuh 30%. Sementara KFC hanya tumbuh 5% saja.

Di sisi lain, jejak pendapat yang dilakukan Roy Morgan pun menyajikan data menarik. Restoran Nando, misalnya, saat ini hampir dua pertiga dari konsumennya adalah anak-anak muda. Sementara di KFC, porsi konsumen muda hanya setengah dari total pengunjung.

Saat dikonfirmasi, seorang jurubicara otoritas yang menerbitkan izin penjualan minuman keras di Australia mengaku telah menerima proposal yang diajukan KFC. Selanjutnya sumber Bloomberg itu mengatakan, sedang meminta surat pernyataan dari KFC yang menyatakan tindakannya tersebut tak akan merugikan masyarakat.

Suara miring pun menentang rencana KFC tersebut. Mike Daube, profesor dari Curtin University mengutuk rencana KFC. Dia mendesak pihak yang berwenang agar tidak memberikan izin. Sebab, lanjut Daube, KFC adalah restoran dengan konsumen utama berasal dari keluarga yang membawa serta anak-anak.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×