kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.146   54,51   0,89%
  • KOMPAS100 806   9,76   1,23%
  • LQ45 615   8,46   1,39%
  • ISSI 212   1,94   0,92%
  • IDX30 347   5,21   1,53%
  • IDXHIDIV20 427   4,76   1,13%
  • IDX80 92   1,15   1,27%
  • IDXV30 116   0,91   0,79%
  • IDXQ30 111   1,67   1,52%

Goldman: Fed akan tunda kenaikan bunga hingga 2016


Selasa, 06 Oktober 2015 / 11:30 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Goldman Sachs Group Inc mengatakan, ada kemungkinan bahwa the Federal Reserve akan menunda rencananya untuk menaikkan suku bunga hingga 2016 atau bahkan mungkin lebih lama lagi.

"Perlambatan pada tingkat produksi dan tenaga kerja menjadi faktor yang membenarkan penentu kebijakan untuk menahan suku bunga mendekati nol lebih lama hingga 2016 atau bahkan melampaui," jelas Jan Hatzius, chief economist Goldman Sachs di New York.

Trader juga sudah memangkas taruhan mereka mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga the Fed pada tahun ini, kendati Pimpinan The Fed Jannet Yellen dan William C Dudley menegaskan kenaikan suku bunga akan dilakukan tahun ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, kemungkinan bank sentral AS menurunkan suku bunganya pada tahun ini sudah mengalami penurunan menjadi 35,2% dari sebelumnya 60% pada akhir Agustus. Kalkulasi ini berdasarkan asumsi bahwa rata-rata suku bunga the Fed yang efektif 0,375% setelah dinaikkan, versus target range suku bunga saat ini yaitu 0%-0,25%.

Sedangkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober mengalami penurunan hingga 10% pasca dirilisnya data tenaga kerja pada pekan lalu.

"Setelah dirilisnya data tenaga kerja AS, sangat sulit bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Saya bertaruh tidak akan ada kenaikan suku bunga untuk beberapa waktu ke depan," jelas Hideo Shimomura, chief fund investor Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×