kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Harga Emas Naik, Investor Mencari Aset Aman di Tengah Ketikdapastian Kebijakan AS


Selasa, 27 Januari 2026 / 19:55 WIB
Harga Emas Naik, Investor Mencari Aset Aman di Tengah Ketikdapastian Kebijakan AS
ILUSTRASI. Harga emas naik pada Selasa (27/1/2026), berada sedikit di bawah angka US$ 5.100 per ons (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas naik pada Selasa (27/1/2026), berada sedikit di bawah angka US$ 5.100 per ons yang ditembus untuk pertama kalinya pada sesi sebelumnya, karena ketidakpastian seputar pembuatan kebijakan Presiden AS Donald Trump mendorong investor untuk mencari keamanan dalam emas batangan.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 5.073,52 per ons pada pukul 11.55 GMT. Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.110,50 pada hari Senin.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 0,2% menjadi US$ 5.071,20 per ons.

"Perdebatan yang terus-menerus (tentang tarif) antara Presiden Trump dan pemerintahan AS, ditambah dengan meningkatnya kekhawatiran seputar operasi militer di Iran, kemungkinan tidak akan mengurangi permintaan aset safe-haven dalam waktu dekat," kata Zain Vawda, analis di MarketPulse by OANDA.

Baca Juga: Demam Emas, Pembeli dan Penjual di China Masih Borong Emas Meski Harga Cetak Rekor

Harga emas telah melonjak 18% sepanjang 2026 berjalan, melanjutkan kenaikan dari tahun lalu karena faktor-faktor termasuk permintaan aset aman yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ekspektasi penurunan suku bunga AS, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral. 

Dalam berita perdagangan, Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan menaikkan tarif pada mobil dan barang-barang lain yang diimpor dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Amerika Serikat terbuka untuk bisnis jika Iran ingin menghubungi Washington, kata seorang pejabat AS pada hari Senin, setelah Trump memperbarui peringatan kepada Teheran.

Deutsche Bank dan Societe Generale memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 6.000/oz pada tahun 2026, menyoroti potensi kenaikan lebih lanjut.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Badai Musim Dingin Menghantam Produksi AS

Pasar sekarang fokus pada pertemuan kebijakan Federal Reserve yang dimulai pada hari Selasa, di mana diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, sementara investor juga menunggu berita tentang pengganti Ketua Jerome Powell.

Selanjutnya: Pembatasan LPG 3 Kg, FKBI Menilai UMKM Paling Terancam

Menarik Dibaca: Hujan Sejak Dini Hari, Simak Prakiraan BMKG Cuaca Besok (28/1) di Jakarta




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×