kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Harga Minyak Dunia Anjlok 12% Sepekan, Brent Kembali Tembus US$ 100


Jumat, 06 November 2026 / 15:29 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 12% Sepekan, Brent Kembali Tembus US$ 100
ILUSTRASI. Harga minyak dunia diprediksi turun 12% sepekan, meski Brent kembali menembus US$ 100 per barel akibat ancaman pasokan Timur Tengah. (REUTERS/Shannon Stapleton)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BEIJING/PERTH. Harga minyak dunia diperkirakan mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini di tengah meningkatnya harapan meredanya konflik Iran setelah Partai Republik pimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalami kekalahan dalam pemilihan umum.

Meski demikian, ancaman terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah masih menjadi penopang harga komoditas energi tersebut.

Pada perdagangan Jumat (6/11/2026), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik US$ 1,29 atau 1,31% menjadi US$ 99,58 per barel pada pukul 05.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 86 sen atau 0,95% menjadi US$ 91,38 per barel.

Dalam perdagangan pagi, harga Brent bahkan sempat kembali menembus level US$ 100 per barel. Kedua kontrak minyak tersebut mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut.

Namun, secara mingguan, harga Brent diperkirakan masih terkoreksi sekitar 12% setelah kontrak pengiriman Desember berakhir pada 30 Oktober. Adapun harga minyak WTI diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 12,1% sepanjang pekan ini.

Baca Juga: Serangan Rusia Picu Pemadaman Listrik di Tujuh Wilayah Ukraina

Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul ekspektasi bahwa hasil pemilihan paruh waktu atau midterm elections AS pada Selasa (3/11/2026) dapat membuka jalan bagi meredanya perang AS-Israel melawan Iran yang kini memasuki bulan kesembilan.

Dalam pemilihan tersebut, Partai Demokrat berhasil menggeser dominasi Partai Republik pimpinan Trump di Senat dan DPR AS. Perubahan peta politik tersebut memicu spekulasi bahwa tekanan politik domestik dapat mendorong pemerintahan Trump mengambil langkah untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Sentimen tersebut membuat harga minyak dunia anjlok sekitar 8% pada Rabu (4/11/2026). Harga kedua kontrak minyak bahkan ditutup pada level terendah dalam dua bulan terakhir.

Meski demikian, tekanan terhadap harga minyak mulai mereda setelah terjadi peningkatan serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk dan Selat Hormuz pada Rabu dan Kamis. Situasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak dari Timur Tengah.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu keluar utama bagi sebagian besar pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.

Kepala Analis KCM, Tim Waterer, menggambarkan kenaikan harga minyak pada Jumat sebagai bentuk pemulihan teknikal setelah aksi jual besar-besaran menyusul hasil pemilu AS.

Baca Juga: Audi Dapat Insentif Pajak dan Hibah Ratusan Juta Dolar untuk Bangun Pabrik di AS

Namun, menurut dia, faktor utama yang menopang harga minyak adalah kesadaran pasar bahwa persoalan keamanan pasokan belum terselesaikan. Serangan di Selat Hormuz juga masih berlangsung meskipun Partai Demokrat berhasil memenangkan pemilihan umum AS.

"Selama belum ada jalur yang kredibel untuk memastikan pelayaran melalui Teluk menjadi lebih aman dan murah, harga minyak kemungkinan akan tetap mendapat dukungan ketika mengalami penurunan dan rentan bergerak tajam setiap kali muncul kabar eskalasi konflik," ujar Waterer.

Sementara itu, Iran pada Kamis (5/11/2026) menyatakan bahwa tiga kapal tanker lainnya telah menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz.

Data dari badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), juga mengindikasikan bahwa serangan terhadap kapal pengangkut minyak masih berlangsung dengan intensitas mendekati rekor tertinggi.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×