kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45948,02   -4,93   -0.52%
  • EMAS937.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.11%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Huawei Jadi Perusahaan Peraih Hak Paten Terbanyak Kelima di AS Tahun Lalu


Kamis, 13 Januari 2022 / 17:14 WIB
Huawei Jadi Perusahaan Peraih Hak Paten Terbanyak Kelima di AS Tahun Lalu
ILUSTRASI. Logo Huawei. REUTERS/Aly Song

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perusahaan-perusahaan China semakin besar posisinya dalam menciptakan inovasi di dunia. Lihat saja, Huawei Technologies terus merangsek naik dalam daftar perusahaan peraih hak paten tertinggi di Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan studi terbaru IFI Claims Patent Services dari Fairview Research, Huawei menerima 2.770 paten dari AS sepanjang 2021. Itu menempatkannya di rangking 5 sebagai peraih hak paten tertinggi, di bawah International Business Machines Corp. 

Posisi Huawei meningkat dari urutan ke sembilan sebelumnya. Kenaikan peringkat ini juga sebagian besar karena ada penurunan paten yang dari perusahaan lain. Kantor Paten dan Merek Dagang AS tahun lalu mengeluarkan paten 7% lebih sedikit dari tahun sebelumnya.  Samsung Electronics,  Canon Inc dan Taiwan Semiconductor Manufacturing melengkapi lima penerima paten teratas.

Keberhasilan Huawei dalam memperoleh hak paten datang bahkan terjadi di saar peralatan jaringannya ditutup dari pasar Amerika dan pemerintahan Biden telah melarang perusahaan AS menyuplai komponen yang dibutuhkan Huawei. Perusahaan China ini  dituduh sebagai ancaman keamanan nasional AS.

Baca Juga: AS Minta PBB Menjatuhkan Lebih Banyak Sanksi Terhadap Korut atas Peluncuran Rudal

Menurut riset baru itu, perusahaan China juga mendominasi ketika mempertimbangkan kepemilikan paten global. Samsung tetap menjadi pemegang terbesar dari penemuan yang dipatenkan secara global. Tetapi enam perusahaan China, termasuk Huawei dan Chinese Academy of Sciences, memegang lebih banyak paten atas penemuan daripada IBM, yang menempati peringkat ke-8 dalam daftar itu.

"Perusahaan China tampaknya membangun diri mereka sendiri atau berusaha membangun diri sebagai pemain utama. Anda mendengar cerita-cerita ini bahwa pasar China akan mengambil alih dunia. Di sini, itu mulai menjadi nyata,” kata Chief Executive Officer IFI Claims Mike Baycroft dikutip Bloomberg, Kamis (13/1).

Perusahaan Amerika menyumbang kurang dari setengah dari 327.329 paten AS yang dikeluarkan tahun lalu. China memang berada di urutan keempat, tetapi perusahaan dari negara ini  berada di jalur untuk menyalip Korea sebagai penerima terbesar ketiga. 

Baycroft bilang, perusahaan China dan Swiss adalah satu-satunya yang tidak berkontribusi terhadap penurunan paten AS secara keseluruhan. “Ini adalah sesuatu yang membingungkan kita semua. Apakah ini terkait Covid? Kami tidak tahu, tetapi itu kemungkinan jawabannya.” ujarnya. 

Kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin tetap menjadi area dengan pertumbuhan tertinggi untuk inovasi, dengan IBM, Samsung, Google Alphabet Inc., Intel Corp. dan Microsoft Corp memimpin paket tersebut.

Baca Juga: AS: Klaim China atas Laut China Selatan Melanggar Hukum

Telemedicine, varietas benih baru, dan logistik rantai pasokan juga termasuk di antara area dengan pertumbuhan tercepat, berdasarkan analisis aplikasi paten yang dipublikasikan selama lima tahun terakhir.  

Mengingat aplikasi paten biasanya bersifat rahasia selama 18 bulan pertama, Baycroft mengatakan terlalu dini untuk mengatakan berapa banyak dari itu sebagai reaksi terhadap pandemi.

Selanjutnya: Tiga Perusahaan IPO di Bursa Singapura Ini, Akan Jadi SPAC Pertama Listing di Asia




TERBARU
Kontan Academy
Bongkar Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing #TanpaIklan, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Supply Chain Management on Distribution Planning Batch 5

[X]
×