kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Indeks Wall Street Anjlok di Akhir Pekan, Pasar Khawatir Prospek AI dan Harga Minyak


Minggu, 18 Oktober 2026 / 06:53 WIB
Indeks Wall Street Anjlok di Akhir Pekan, Pasar Khawatir Prospek AI dan Harga Minyak
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama bursa Wall Street merosot pada Jumat (16/10/2026). Indeks tertekan akibat kekhawatiran seputar sektor kecerdasan buatan (AI) dan tingginya harga minyak dunia.

Saham CoreWeave, Broadcom, dan perusahaan teknologi lain yang terkait dengan AI kembali berada di bawah tekanan. Sementara lonjakan harga minyak membuat para pelaku pasar cemas menjelang akhir pekan.

Jumat (16/10/2026), S&P 500 turun 1,09% dan mengakhiri sesi di level 7.659,44 poin. Nasdaq anjlok 2,15% menjadi 26.140,03 poin, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,34% ke level 52.002,41 poin.

Dalam sepekan terakhir, indeks S&P 500 turun hampir 1,95% dan Nasdaq merosot 4,48%; ini merupakan penurunan mingguan terdalam sejak Juni. Sebaliknya, indeks Dow mencatatkan kenaikan 0,67% sepanjang minggu tersebut.

Baca Juga: China Dukung IMF Perketat Pengawasan Risiko Fiskal Negara Maju

Indeks Nasdaq mencatatkan penurunan lebih dari 4% sepanjang minggu ini, tertekan oleh kekhawatiran bahwa perusahaan infrastruktur AI yang sarat utang mungkin tidak mampu mencetak laba tepat waktu untuk melunasi kewajiban mereka, terutama di tengah ekspektasi kenaikan biaya pinjaman.

Saham CoreWeave, perusahaan yang didukung Nvidia, merosot 12%, sehingga total penurunannya dalam lima sesi terakhir mencapai sekitar 25%.

Saham Broadcom turun 4,5%, sementara indeks cip PHLX anjlok 3,8% dan mencatatkan penurunan selama delapan hari berturut-turut.

Para investor juga mencermati lonjakan harga minyak yang naik lebih dari 3% akibat kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah.

"Ada kekhawatiran di pasar. Tingginya harga minyak, khususnya, cenderung menekan rasio harga terhadap laba (price/earnings multiple) saham. Oleh karena itu, para investor tampaknya memilih untuk bersikap hati-hati menjelang akhir pekan alih-alih mengambil risiko lebih besar," ujar Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management di Seattle seperti dikutip Reuters.

Menambah kekhawatiran seputar pendanaan AI, beberapa investor Anthropic saat ini maupun calon investor sedang mempertimbangkan valuasi yang lebih rendah bagi perusahaan tersebut dalam penawaran umum perdana (IPO) mendatang, demikian dilaporkan Reuters dengan mengutip pihak-pihak yang mengetahui masalah ini.

Baca Juga: Gubernur BoE Ikut Walkout saat Rusia Berpidato di Pertemuan IMF

Musim laporan laba kuartal ketiga akan dimulai pekan depan dengan rilis laporan dari Tesla, Meta Platforms, dan Procter & Gamble.

Menurut data LSEG, para analis memperkirakan laba kuartalan akan melonjak lebih dari 30%, didorong oleh perusahaan-perusahaan berkapitalisasi pasar besar (megacaps) yang bergerak di bidang AI.

Meskipun S&P 500 masih mencatatkan kenaikan sekitar 12% sepanjang tahun 2026, sebagian besar keuntungan tersebut berasal dari saham-saham teknologi yang terkait dengan AI. Sementara itu, median dari komponen indeks tersebut hanya naik sekitar 6% secara tahun berjalan (year-to-date). Sekitar 185 saham dalam indeks S&P 500 justru mengalami penurunan nilai sepanjang tahun 2026.

Laporan inflasi konsumen dan produsen pekan ini, yang menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan, mengindikasikan bahwa tekanan harga telah meluas melampaui komoditas energi.

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, pada hari Jumat menyatakan optimismenya terhadap kekuatan ekonomi AS. Ia juga mengungkapkan keterkejutannya melihat ketahanan ekonomi global di tengah guncangan energi yang berkepanjangan serta kebijakan moneter yang lebih ketat untuk memerangi inflasi.

Pasar kini semakin memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini. Barclays memprediksi akan ada kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, masing-masing pada bulan Desember dan Januari.

Baca Juga: Defisit Anggaran AS Tembus US$ 1,99 Triliun pada 2026, Tertinggi dalam Lima Tahun


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×