kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Inflasi Inggris terlemah dalam 12 tahun


Rabu, 17 Desember 2014 / 08:18 WIB
Inflasi Inggris terlemah dalam 12 tahun
ILUSTRASI. Ini 6 Cara Mengatasi Mata Lelah Melihat Layar Perangkat./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/06/2021.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Sanny Cicilia

LONDON. Penurunan harga minyak turut menyeret inflasi Inggris ke level terendah dalam 12 tahun terakhir. Consumer Prices Index negeri itu turun ke 1% pada bulan November 2014 dari bulan sebelumnya 1,3%. 

Kantor Statistik Nasional Inggris menyebut, penurunan harga bahan bakar menyebabkan biaya bepergian lewat darat dan udara turun. Harga bensin di Inggris turun 5,9% pada November 2014. Harga pangan pun turun 1,7% karena perang harga supermarket. 

Angka inflasi menjelang akhir tahun ini jauh lebih rendah ketimbang beberapa bulan pertama tahun ini. Inflasi mencapai angka tertinggi 1,9% pada bulan Juni lalu. Padahal, bank sentral menargetkan inflasi sebesar 2%.

Ben Brettell, ekonom Hargreaves Lansdown menilai, meski inflasi jauh di bawah target, bank sentral tidak akan khawatir. "Ini melonggarkan tekanan bagi anggaran rumah tangga dan mendorong belanja konsumen," kata Brettell kepada BBC.




TERBARU

[X]
×