kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Intel AS: Korut kembali mengembangkan misil balistik antarbenua


Selasa, 31 Juli 2018 / 08:20 WIB
ILUSTRASI. Kim Jong Un - roket rudal misil balistik Korut


Sumber: Washington Post | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Janji Korea Utara tak mengembangkan senjata balistiknya mulai diragukan. Seorang agen intelijen Amerika Serikat (AS) bilang, Korut sedang membuat setidaknya satu atau dua unit misil antarbenua atau intercontinental ballistic missiles (ICBM) baru, yang selama ini disebut-sebut bisa menjangkau AS. 

Pejabat intel itu pada Washington Post mengatakan, dari foto satelit beberapa pekan terakhir, terlihat ada aktivitas pengembangan dua unit ICBM berbahan bakar likuid, di fasilitas riset di Sanumdong, pinggiran Pyongyang. 

Sanumdong sebelumnya sudah memproduksi beberapa unit ICBM, salah satunya yang terbaik adalah Hwasong-15. Proyek terbaru ini, menurut foto National Geospatial-Intelligence Agency dalam beberapa pekan terakhir, adalah pengembangan Hwasong-15. 

Dari foto tertanggal 7 Juli, misalnya, terlihat ada kendaraan besar trailer ditutup dengan kain merah di kawasan loading. Trailer tersebut indetik dengan kendaraan sebelumnya yang pernah digunakan Korut untuk mengangkut ICBM.

"Kita lihat mereka kembali membuatnya, sama seperti sebelumnya," kata dia, dikutip dari Washington Post

Penemuan ini menjadi gambaran Kim Jong Un tak akan serta-merta memenuhi janjinya pada Presiden AS Donald Trump Juni lalu ketika bertemua di Singapura. Ketika itu, Jong Un menyebut akan melucuti fasilitas persenjataan massal dan nuklirnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×