kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Iran Hadapi Krisis Baru: Trump-Netanyahu Fokus Hentikan Minyak ke China


Minggu, 15 Februari 2026 / 04:33 WIB
Iran Hadapi Krisis Baru: Trump-Netanyahu Fokus Hentikan Minyak ke China
ILUSTRASI. Donald Trump dan Benjamin Netanyahu (Leah Millis/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju untuk bersama sama menekan ekonomi Iran.

Dalam pertemuan di Gedung Putih pada hari Rabu pekan ini, mereka menegaskan bahwa AS akan bekerja untuk mengurangi ekspor minyak Iran ke China. Reuters menuliskan berita ini berdasarkan lapor Axios, mengutip dua pejabat AS yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.

"Kami setuju bahwa kami akan memberikan tekanan maksimal terhadap Iran, misalnya terkait penjualan minyak Iran ke China," lapor Axios pada hari Sabtu, mengutip seorang pejabat senior AS.

China menyumbang lebih dari 80% ekspor minyak Iran. Setiap pengurangan perdagangan tersebut akan berarti pendapatan minyak yang lebih rendah bagi Iran.

Diplomat AS dan Iran mengadakan pembicaraan nuklir melalui mediator Oman minggu lalu dalam upaya menghidupkan kembali diplomasi, setelah presiden AS menempatkan armada laut di wilayah tersebut saat militer Amerika bersiap untuk kemungkinan operasi berkelanjutan selama beberapa minggu melawan Iran.

Selanjutnya: Cuaca Kalbar, Minggu (15/2): Antisipasi Hujan Ringan di Sebagian Besar Wilayah




TERBARU

[X]
×