kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Jet tempur Boeing F-15EX pesanan Angkatan Udara AS sukses jalani penerbangan perdana


Rabu, 03 Februari 2021 / 13:44 WIB
ILUSTRASI. Jet tempur Boeing F-15EX melakukan penerbangan perdana hari Selasa, 2 Februari 2021.


Sumber: Boeing | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - ST. LOUIS. Jet tempur F-15EX buatan Boeing pada Selasa (2/2) sukses melakukan penerbangan perdana dari Bandara Internasional Lambert di St Louis, Missouri. Angkatan Udara AS akan menerima dua unit jet pertama pada kuartal pertama tahun ini.

Dilansir dari laman resmi Boeing, jet tempur F-15EX lepas landas dan mendarat di Bandara Internasional Lambert, menyelesaikan uji terbang selama 90 menit sebelum kembali ke bandar udara.

"Penerbangan sukses hari ini (Selasa) membuktikan keamanan dan kesiapan jet untuk bergabung dengan armada tempur negara kita," kata Prat Kumar, Wakil Presiden Boeing dan Manajer Program F-15.

Kumar menjelaskan, jet tempur F-15 versi baru ini mampu menggabungkan sistem manajemen pertempuran canggih, sensor, dan senjata berkat desain badan pesawat digital serta arsitektur sistem misi terbuka yang digunakannya.

Baca Juga: Siap melawan AS, militer Iran klaim miliki cadangan rudal yang cukup

Boeing meyakinkan, kemampuan digital jet tempur tersebut bisa menjadi tulang punggung serta kemampuan kunci Angkatan Udara AS di masa depan.

Varian baru F-15 ini juga memiliki kontrol penerbangan fly-by-wire, kokpit digital baru, radar AESA modern, dan ADCP-II, komputer misi tercepat di dunia.

F-15EX yang disebut sebagai versi paling canggih hingga saat ini juga dilengkapi sistem peperangan elektronik Eagle Passive/Active Warning and Survivability System. Kemampuan tersebut berguna untuk meningkatkan efektivitas misi dan kemampuan bertahan bagi operator.

Dua unit pertama yang akan Boeing serahkan pada kuartal pertama tahun ini ke Angkatan Udara AS merupakan langkah awal dari kontrak pembelian delapan jet yang disetujui pada Juli 2020 lalu.

Boeing mengungkapkan, ke depan, Angkatan Udara AS akan membutuhkan sebanyak 144 jet tempur baru lagi.

Selanjutnya: Petinggi militer AS khawatirkan performa tank Abrams yang miliki bobot terlalu besar




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×