kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kasus covid-19 melandai, pertumbuhan layanan streaming Disney melambat


Jumat, 14 Mei 2021 / 08:17 WIB
Kasus covid-19 melandai, pertumbuhan layanan streaming Disney melambat
ILUSTRASI. Warga menunggu pejalan kaki menyebrang di bawah tanda Disneyland Resort pada hari pembukaan kembali Disneyland Park and Disney California Adventure di Anaheim, California, AS, Jumat (30/4/2021).

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Pertumbuhan layanan streaming milik Walt Disney Co dikabarkan mulai melambat. Hal ini karena kondisi pandemi covid-19 yang mulai membaik menyebabkan bioskop-bioskop kembali buka dan layanan streaming tidak lagi menjadi satu-satunya hiburan di kala pandemi.

Seperti diketahui, layanan streaming seperti milik Disney ini sempat mendulang berkah di awal pandemi. Bahkan, lini bisnis tersebut bisa dikatakan sebagai penopang perusahaan saat beberapa taman wisata harus ditutup.

CEO Disney Robert Chapek mengatakan bahwa meskipun pertumbuhan layanan streaming mulai melambat, pihaknya tetap optimistis dengan pertumbuhan dari Disney+, ESPN+, Hulu, dan Hotstar. Menurut Chapek, optimisme tersebut didukung dengan industri perfilman yang mulai melanjutkan produksi normal dan penawaran-penawaran baru yang diberikan perusahaan.

Mengutip Reuters, pendapatan keseluruhan Walt Disney Co turun 13% menjadi US$ 15,61 miliar untuk kuartal kedua yang berakhir 3 April 2021. Angka tersebut berada di bawah perkiraan analis.

Baca Juga: Wall Street melesat setelah tertekan tiga hari beruntun

Dari pendapatan operasional di divisi media, Disney masih mampu mencatatkan pertumbuhan hingga 74% yoy menjadi US$ 2,9 miliar yang disebabkan oleh kenaikan untung di jaringan TV domestik dan internasional. 

Meski meningkat, pendapatan unit media streaming Disney berkurang sebanyak US$ 290 juta walaupun sudah ditopang dengan pendapatan iklan yang tinggi dari Hulu dan pendapatan ESPN+ dari tayangan Ultimate Fighting Championship (UFC). "Pertumbuhan (Disney+) secara signifikan melambat karena peningkatan pandemi seperti di awal-awal telah berkurang," ujar analis eMarketer Eric Haggstrom kepada Reuters, Jumat (14/5).

Baca Juga: Film-film Indonesia di Disney+ hingga Netflix ini cocok ditonton saat libur Lebaran

Chapek mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya terus bereksperimen untuk distribusi film agar meningkatkan pelanggan. Disney akan menayangkan film secara eksklusif di musim panas dengan periode 45 hari untuk film Free Guy dan Shang-Chi and The Legend of The 10 Rings. Selain itu, akan ada film baru dalam waktu dekat yang akan tayang di Disney+ yaitu Loki dan serial Star Wars: The Book of Boba Fett. 

Untuk tayangan ESPN+, Disney juga baru saja memperbaharui kesepakatan dengan Major League Baseball (MLB) dengan menayangkan 30 pertandingan musim reguler sampai 2028. Kesepakatan tersebut termasuk opsi menyiarkan semua liputan MLB secara langsung untuk jaringan ESPN di ESPN+.

Di saat pertumbuhan masih dapat terjaga untuk lini bisnis streaming, Disney masih mengalami kerugian operasional untuk bisnis taman hiburan. Kerugian tersebut mencapai US$ 406 juta mengingat Disneyland di California dan Paris terpaksa tutup selama kuartal penuh.

Baca Juga: Black Widow rilis 6 poster baru, simak fakta-fakta menarik seputar film Marvel ini




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×