kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Keluarga Persson Borong Saham, H&M Menuju Go Private


Rabu, 23 September 2026 / 15:25 WIB
Keluarga Persson Borong Saham, H&M Menuju Go Private
ILUSTRASI. Gerai Pakaian atau Fesyen Ritel H&M (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – LONDON. Keluarga miliarder Persson kembali mempertebal kepemilikannya di H&M. Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa keluarga pemilik jaringan ritel asal Swedia tersebut tengah menyiapkan jalan untuk membawa H&M keluar dari bursa atau go private.

Melansir Reuters (23/9), Ramsbury Invest, perusahaan investasi milik keluarga Persson, tercatat membeli 36,8 juta saham H&M sepanjang tahun ini. Berdasarkan data perusahaan, keluarga Persson bersama entitas terkait kini menguasai lebih dari 68% saham H&M hingga akhir Agustus 2026.

Porsi tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan 49,5% pada awal 2021. Kenaikan kepemilikan ini membuat pasar kembali mempertanyakan arah kepemilikan keluarga Persson terhadap perusahaan yang didirikan Erling Persson tersebut.

Kepala Bagian Hukum Asosiasi Pemegang Saham Swedia Sverre Linton menilai, peningkatan kepemilikan tersebut dapat dibaca sebagai langkah untuk mengambil alih H&M secara bertahap. Pasalnya, aturan di Swedia memungkinkan pemegang saham yang menguasai 90% saham untuk memaksa pembelian sisa saham.

Meski begitu, Ramsbury Invest belum mengonfirmasi rencana membawa H&M menjadi perusahaan tertutup. Juru bicaranya hanya menyatakan bahwa keluarga Persson melihat prospek jangka panjang H&M dan secara historis memang terus meningkatkan kepemilikan sahamnya.

Spekulasi go private muncul ketika H&M masih menghadapi tantangan untuk mengembalikan pertumbuhan bisnis. Peritel fesyen tersebut harus berhadapan dengan pelemahan konsumsi sekaligus persaingan ketat dari pemain daring berharga murah seperti Shein dan Inditex, pemilik Zara.

Baca Juga: Penjualan Ritel AS Rebound 1,2% pada Agustus, Lebih Tinggi dari Perkiraan Ekonom

Kinerja saham H&M pun belum banyak membantu. Harga saham perusahaan telah merosot lebih dari 50% sejak mencapai level tertingginya pada 2015.

Daniel Erver yang menjadi CEO H&M sejak Januari 2024 mendapat mandat untuk memperbaiki profitabilitas sekaligus memperkuat merek. Namun, pemulihan penjualan sejauh ini masih terbatas.

Penjualan H&M turun 1% pada kuartal pertama 2026 dan stagnan pada kuartal kedua. Pasar kini menunggu laporan kinerja kuartal ketiga yang dijadwalkan terbit pada Kamis (24/9/2026), dengan analis memperkirakan pertumbuhan masih moderat.

Analis Deutsche Bank Adam Cochrane memperkirakan, keluarga Persson dapat membawa H&M menjadi perusahaan tertutup paling lambat pada 2030. Pandangan serupa disampaikan Peter Magnusson, manajer portofolio Cicero Fonder, yang melihat kemungkinan keluarga Persson memilih strategi jangka panjang di luar tekanan pasar saham.

Bagi pemegang saham minoritas, perkembangan tersebut menjadi penting. Jika kepemilikan keluarga Persson terus meningkat hingga mendekati ambang 90%, ruang bagi pemegang saham publik untuk tetap memiliki saham H&M akan semakin menyempit.

Di sisi lain, keluarga Persson masih memiliki kepentingan besar untuk memperbaiki kinerja H&M sebelum mengambil langkah lebih jauh. Pemulihan penjualan dan profitabilitas akan menjadi faktor penting dalam menentukan nilai perusahaan maupun harga saham apabila nantinya muncul tawaran untuk membeli saham publik.

Baca Juga: Decathlon akan Akuisisi 50% Sport 2000 France, Bidik Pasar Ski




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×