kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.225   -10,84   -0,17%
  • KOMPAS100 817   0,58   0,07%
  • LQ45 622   0,64   0,10%
  • ISSI 215   0,17   0,08%
  • IDX30 349   -0,65   -0,19%
  • IDXHIDIV20 428   -1,77   -0,41%
  • IDX80 93   0,13   0,14%
  • IDXV30 118   0,09   0,08%
  • IDXQ30 111   -0,34   -0,31%

Komisi Perdagangan AS menyelidiki produsen rokok elektrik Juul


Jumat, 30 Agustus 2019 / 09:13 WIB
ILUSTRASI. Rokok elektrik Juul


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON.  Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) sedang menyelidiki praktik pemasaran produsen rokok elektronik Juul Labs Inc.

Juul telah berada di bawah pengawasan atas upaya pemasarannya, termasuk penggunaan media sosial untuk mempromosikan perangkat vapingnya, yang telah menjadi sangat populer di kalangan remaja.

Baca Juga: Asing Jual Saham Rokok, Kapitalisasi Pasar HMSP dan GGRM Anjlok

Pemeriksaan ini membuat saham-saham tembakau turun. Seperti diberitakan Reuters, Kamis (29/8), saham Altria Group Inc yang memiliki 35% saham di Juul, turun 4,1% menjadi US$ 43,96 dalam perdagangan sore.

Sebelummya juga, Dewan Perwakilan AS dan beberapa jaksa agung negara bagian juga telah meluncurkan investigasi terpisah ke dalam praktik promosi perusahaan. Tahun lalu, Administrasi Makanan dan Obat-obatan melakukan inspeksi mendadak di kantor pusat Juul di San Francisco dan menyita dokumen.

Juul sendiri tak banyak mengomentari persoalan penyelidikan ini. "Tanpa mengomentari penyelidikan khusus, kami sepenuhnya bekerja sama dan transparan dengan lembaga pemerintah atau regulator yang memiliki kepentingan dalam kategori kami," kata juru bicara Juul.

Baca Juga: Philip Morris dalam pembicaraan untuk merger dengan Altria

Perusahaan ini juga mengaku tidak pernah dipasarkan ke kalangan muda tetapi telah mengubah iklannya untuk menampilkan perokok dewasa berusia 35 tahun ke atas, dan telah berhenti berpromosi di media sosial, juru bicara itu menambahkan.




TERBARU

[X]
×