kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.004   41,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Korea Selatan ajak unifikasi, Korea Utara tembakkan dua rudal


Jumat, 16 Agustus 2019 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran misil Korut


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Semenanjung Korea kembali memanas setelah Korea Utara menembakkan dua rudal ke arah laut pada Jumat (16/8). Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, ini kali keenam Pyongyang meluncurkan rudal sejak bulan lalu.

Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebutkan, serangkaian peluncuran rudal itu sebagai sebuah "peringatan serius " atas latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan yang bergulir awal bulan ini.

Menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, rudal tersebut ditembakkan dari dekat Kota Tongchon, Provinsi Kangwon, ke Laut Timur atau Laut Jepang. "Kami memantau situasi dalam kasus peluncuran tambahan itu sambil mempertahankan kesiapan," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Baca Juga: Korea Utara tembakkan lagi rudal ketiga, Donald Trump anggap enteng

Tensi di Semenanjung Korea meningkat pasca Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjanji untuk mewujudkan unifikasi dua Korea pada 2045 mendatang. Janji ini dia sampaikan saat memberikan pidato Peringatan 74 Tahun Berakhirnya Perang Dunia II, Kamis (15/8).

Komite Reunifikasi Perdamaian Korea Utara langsung menanggapi pernyataan Moon tersebut dan menolak melakukan perundingan lebih lanjut dengan Korea Selatan. "Pidatonya layak disebut pidato yang bodoh," tegas mereka.




TERBARU

[X]
×