Korea Selatan Catat Tingkat Pengangguran 2,7% di Februari 2022, Terendah Sejak 1999

Rabu, 16 Maret 2022 | 07:11 WIB Sumber: Reuters
Korea Selatan Catat Tingkat Pengangguran 2,7% di Februari 2022, Terendah Sejak 1999

ILUSTRASI. Tingkat pengangguran di Korea Selatan turun ke level terendah

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Tingkat pengangguran di Korea Selatan turun ke rekor terendah pada Februari 2022. Sentimen datang setelah pertumbuhan pekerjaan tetap mendekati level tertinggi dalam 22 tahun, meskipun peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh basis yang rendah dan pengeluaran fiskal pemerintah.

Rabu (16/3), data Statistik Korea menunjukkan, tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman untuk bulan Februari 2022 turun menjadi 2,7% secara tahunan (yoy). Ini adalah posisi terendah sejak data tersebut mulai dirilis pada bulan Juni 1999.

Sekedar mengingatkan, tingkat pengangguran Korea Selatan pada bulan Januari 2022 masih 3,6% yoy.

Di bulan lalu, jumlah tenaga kerja meningkat 1,037 juta dari tahun sebelumnya, tidak jauh dari pertumbuhan pekerjaan Januari yang sebesar 1,135 juta, yang terbesar sejak Maret 2000.

Sebelumnya, Korea Selatan mencetak kehilangan pekerjaan selama 12 bulan berturut-turut dari Maret 2020 hingga Februari 2021. Sementara tingkat pengangguran melonjak ke level tertinggi lebih dari 20 tahun di 5,2% pada Januari 2021, karena virus corona menghantam pasar tenaga kerja di Negeri Ginseng itu.

Baca Juga: Varian Omicron Terus Menyebar, COVID-19 di China Jadi Tak Terkendali

Rincian data menunjukkan 254.000 pekerjaan ditambahkan di layanan kesehatan dan sosial, seperempat dari jumlah total. Sedangkan sekitar 135.000 pekerjaan ditambahkan di sektor transportasi dan gudang.

Pekerjaan di industri grosir dan eceran, bagaimanapun, terus menyusut, dengan kehilangan 47.000 pekerjaan dari tahun sebelumnya. Sedangkan pekerjaan di sektor manufaktur utama naik 32.000, tetapi itu turun dari sebulan sebelumnya dan pertumbuhan tetap terlihat lemah.

Untuk menopang perekonomian, pemerintah telah mengalokasikan sekitar sepertiga dari total pengeluaran pemerintah untuk kesejahteraan dan pekerjaan, dan berjanji untuk menghabiskan sekitar 70% dari anggaran fiskal tahunan selama paruh pertama tahun 2022.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru