kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Korea Selatan mengancam menyerang Korea Utara


Senin, 29 November 2010 / 09:25 WIB
ILUSTRASI. Digital Branch BNI


Reporter: Edy Can, | Editor: Edy Can

SEOUL. Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak menilai serangan Korea Utara sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Dia menyatakan, Pyongyang akan menerima balasan atas serangan tersebut.

Pada Selasa lalu, Korea Utara telah menyerang pulau Yeonpyeong di daerah perbatasan Korea. Serangan ini menewaskan dua tentara Korea Selatan dan dua warga sipil.

Lee menganggap serangan terhadap warga sipil ini dilarang saat perang. "Serangan terhadap sipil adalah kejahatan kemanusiaan," kata Lee, Senin (29/11).

Korea Utara telah membombardir pulau yang terletak di selatan tersebut. Pemerintah Korea Selatan sendiri dianggap terlambat membalas serangan tersebut.

Situasi di semenanjung Korea semakin panas setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan unjuk kekuatan dengan latihan perang bersama di daerah perbatasan Korea Utara.

China bahkan terpaksa mengundang enam negara yang terlibat dalam pelucutan senjata nuklir Korea Utara untuk mengadakan rapat darurat. Namun, Korea Selatan menolak rencana China tersebut.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×