kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Korea Selatan mengancam menyerang Korea Utara


Senin, 29 November 2010 / 09:25 WIB
ILUSTRASI. Digital Branch BNI


Reporter: Edy Can, AP | Editor: Edy Can

SEOUL. Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak menilai serangan Korea Utara sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Dia menyatakan, Pyongyang akan menerima balasan atas serangan tersebut.

Pada Selasa lalu, Korea Utara telah menyerang pulau Yeonpyeong di daerah perbatasan Korea. Serangan ini menewaskan dua tentara Korea Selatan dan dua warga sipil.

Lee menganggap serangan terhadap warga sipil ini dilarang saat perang. "Serangan terhadap sipil adalah kejahatan kemanusiaan," kata Lee, Senin (29/11).

Korea Utara telah membombardir pulau yang terletak di selatan tersebut. Pemerintah Korea Selatan sendiri dianggap terlambat membalas serangan tersebut.

Situasi di semenanjung Korea semakin panas setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan unjuk kekuatan dengan latihan perang bersama di daerah perbatasan Korea Utara.

China bahkan terpaksa mengundang enam negara yang terlibat dalam pelucutan senjata nuklir Korea Utara untuk mengadakan rapat darurat. Namun, Korea Selatan menolak rencana China tersebut.




TERBARU

[X]
×