kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Krisis daging, China kembangkan babi raksasa seukuran beruang kutub


Minggu, 06 Oktober 2019 / 16:22 WIB
Krisis daging, China kembangkan babi raksasa seukuran beruang kutub
ILUSTRASI. Penjualan daging babi

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Krisis daging bagi di China membuat negara ini memutar otak demi menambah persedian daging, tak terkecuali mengembangkan seekor babi yang sangat besar bahkan seberat beruang kutub. Itu terjadi di sebuah peternakan jauh di wilayah selatan China.

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (6/10), hewan seberat 500 kg atau 1.102 pon ini adalah bagian kawanan yang dikembangkan untuk menjadi babi raksasa. Saat dipotong, para petani dapat menjual babi itu senilai CNY 10.000 atau setara US$ 1.399, lebih dari tiga kali lipat dari pendapatan bulanan rata-rata di Nanning, ibukota provinsi Guangxi, yang merupakan tempat peternak babi Pang Cong mengembangkan babi raksasa tersebut.

Pengembangan babi milik Pang mungkin menjadi contoh ekstrem bagaimana para peternak mencari solusi atas masalah krisis daging di China. Alhasil, ide Pang juga ditiru dan menyebar hingga ke seluruh negeri, yaitu rumah bagi konsumen daging yang paling rakus di dunia.

Baca Juga: Wabah demam babi menyerang, impor daging babi China melonjak 76% pada Agustus

Terlebih, harga daging babi tertinggi di provinsi timur laut kota Jilin, yang mendorong para peternak untuk memelihara babi yang mencapai berat rata-rata 175 kg hingga 200 kg, atau lebih besar dari berat normal 125 kg. Mereka ingin membesarkan babi tersebut sebesar mungkin kata, kata Zhao Hailin, seorang peternak babi di wilayah tersebut.

Tren ini tidak terbatas pada peternakan kecil juga. Produsen protein utama di Cina, termasuk Wens Foodstuffs Group Co, peternak babi terkemuka di negara itu, Cofco Meat Holdings Ltd. dan Beijing Dabeinong Technology Group Co mengatakan mereka berusaha meningkatkan berat rata-rata babi mereka. Peternakan besar ini fokus pada peningkatan bobot setidaknya 14%, kata Lin Guofa, analis senior di perusahaan konsultan Bric Agriculture Group.

Rata-rata berat babi saat disembelih di beberapa peternakan skala besar telah naik menjadi 140 kilogram, dibandingkan dengan sekitar 110 kilogram pada ukuran normal, kata Lin. Itu bisa meningkatkan laba lebih dari 30%, katanya.

Babi besar sedang dikembangbiakkan sepanjang masa krisis babi di China. Pasokan babi domestik menyusut karena dilanda demam babi dan akhirnya mesti dimusnahkan setengahnya. Akibatnya, daging babi melonjak ke tingkat tertinggi, mengarahkan pemerintah untuk mendesak para peternak untuk meningkatkan produksi guna menekan inflasi.

Baca Juga: Demam babi Afrika berlanjut, China mengucurkan subsidi bagi peternakan besar

Wakil Perdana Menteri China Hu Chunhua menyatakan pasokan daging babi sangat terbatas hingga paruh pertama 2020. China akan menghadapi kekurangan daging babi 10 juta ton tahun ini, lebih banyak dari apa yang tersedia dalam perdagangan global, artinya perlu ditingkatkan produksi dalam negeri, katanya.

Selama kunjungan baru-baru ini ke provinsi peternakan utama di Shandong, Hebei dan Henan, Hu mendesak pemerintah daerah untuk segera melanjutkan produksi babi, dengan target kembali ke tingkat normal tahun depan.

Namun, banyak peternak yang khawatir tentang bagaimana memulihkan babi setelah diserang wabah sebelumnya. Juga, harga babi dan pembibitan dalam perkembangbiakan membuat jadi lebih mahal. Meningkatkan ukuran babi yang sudah mereka miliki mungkin merupakan langkah terbaik saat ini.




TERBARU

Close [X]
×